Pendidikan

Selasa, 17 Oktober 2023 - 17:56 WIB

3 tahun yang lalu

logo

Tingkatkan Kontribusi pada Masyarakat, Unair tambah Tujuh Guru Besar Baru

Surabaya | klikku.net – Universitas Airlangga (Unair) menambah tujuh guru besar baru. Pengukuhan para profesor tersebut, akan dilakukan di Aula Garuda Mukti, Gedung Manajemen Kampus MERR-C, Surabaya, Rabu (18/10).

Menurut Rektor Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, tujuh gubes itu berasal dari berbagai bidang keilmuan.

“Ada empat orang dari Fakultas Kedokteran (FK), satu orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), satu orang dari Fakultas Vokasi (FV), dan satu orang dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB),” ujarnya, saat jumpa pers di Ruang Sidang Pleno Gedung Manajemen Kampus MERR-C, Selasa (17/10).

“Dengan tambahan guru besar ini, kami ingin agar kontribusi Unair pada bangsa dan negara, masyarakat, komunitas, dan kemanusiaan, bisa meningkat lagi,” tambahnya.

Tujuh gubes yang akan mengikuti sidang pengukuhan, diantaranya adalah Prof Dr Prastiya Indra Gunawan dr SpA(K), Prof Dr dr Achmad Chusnu Romdhoni SpTHTBKL SubspOnk(K) FICS, Prof Dra Heny Arwati MSc PhD, Prof Dr dr Rosy Setiawati SpRad(K) CCD, Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi, Prof Dian Yulie Reindrawati SSos MM PhD CHE, dan Prof Dr Edy Jauhari Drs MHum.

“Kali ini ada guru besar FV pertama. Jadi teman-teman Vokasi jangan khawatir. Meskipun berlatar belakang pendidikan Vokasi. Tapi bisa jadi guru besar,” ungkap Prof Nasih.

“Satu hal menarik lagi, tahun ini Unair resmi mengukuhkan 69 guru besar. Jumlah ini serasi dengan usia Unair, yang mencapai 69 tahun pada tahun ini,” ungkapnya.

Dia berharap, tambahan guru besar ini bisa menambah amunisi Unair, dalam meningkatkan publikasi jurnal ilmiah. Dimana pada tahun ini, jumlah publikasi jurnal ilmiah Unair pada jurnal bereputasi, telah mencapai angka 2300. Prof Nasih berharap, jumlah ini akan bertambah hingga mencapai 2800 pada akhir tahun.

Peningkatan jumlah jurnal ilmiah yang terpublikasi pada jurnal bereputasi, akan berbanding lurus dengan penambahan jumlah guru besar.

“Semakin banyak guru besar, makan akan semakin banyak jurnal ilmiah yang terpublikasi pada jurnal bereputasi. Dan dengan semakin banyaknya banyaknya publikasi. Maka proses untuk menjadi guru besar akan lebih mudah,” tuturnya.

Prof Nasih menegaskan, bahwa dukungan akan terus mengalir kepada civitas akademika, yang melakukan penelitian. Hingga menghasilkan publikasi jurnal ilmiah.

“Untuk itu akan kita fasilitasi dan support, civitas akademika yang melakukan penelitian sampai publikasi jurnal ilmiah. Harapannya, hal ini bisa memberikan dampak baik kepada masyarakat,” pungkasnya.


 

226

Baca Lainnya