Surabaya | klikku.net – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) bersama Koarmada II TNI AL, menyelenggarakan kegiatan ERB (Ekspedisi Rupiah Berdaulat).
Selama 5 hari, dari tanggal 28 November – 2 Desember 2023, Kas Keliling Kepulauan KPw BI Jatim akan mengunjungi Pulau Bawean, Pulau Kangean, dan Pulau Sapeken.
Kegiatan ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan uang baru, edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, serta pemberian bantuan sosial, bagi masyarakat di daerah 3 T (Terdepan,Terluar dan Terpencil).
Menurut Deputi Kepala KPw BI Jatim Bandoe Widiarto, kegiatan ini merupakan sinergitas antara KPw BI Jatim dan TNI AL.
“Bank Indonesia bersama TNI AL, telah melakukan kegiatan serupa lebih dari 92 kali. Dan menjangkau lebih dari 400 Pulau. Tetapi, untuk pertama kalinya, kegiatan ini melibatkan Duta CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah. Mereka akan bertugas melakukan literasi dan edukasi pada masyarakat tentang cinta pada Rupiah,” ujarnya, Selasa (28/11).
Bandoe menambahkan, Rupiah adalah identitas dan simbol kedaulatan negara. Untuk itu, BI konsisten menjaga kualitas uang, dengan menarik uang lusuh dan menggantinya dengan uang baru atau layak edar.

“Namun tugas tersebut tidaklah mudah. Karena terkendala kondisi geografis, dan banyak keterbatasan sarana infrastruktur. BI kerap menghadapi banyak tantangan, terlebih Indonesia memiliki ribuan pulau. Karena itu, menggandeng TNI AL adalah solusi menghadapi beragam tantangan tersebut,” tambahnya.
Dia mengungkapkan, tantangan lain adalah keberagaman tingkat pendidikan masyarakat. Terbukti masih banyak masyarakat yang melipat dan mensteples uang kertas, yang membuat uang cepat rusak. Serta masih banyak, masyarakat yang menggunakan mata uang asing selain Rupiah, untuk bertransaksi.
“Kas keliling kepulauan 3T, adalah bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan uang layak edar yang dirangkaikan dengan pemberian Program Sosial Bank Indonesia (PSBI), serta edukasi CBP Rupiah bagi masyarakat khususnya, di daerah 3T,” ungkapnya.
“Alhamdulillah, hadirnya kegiatan ini disambut rasa syukur dan bahagia oleh masyarakat. Karena dengan adanya Kas Keliling di 3T ini, uang rusak dan lusuh yang mereka simpan bisa terselamatkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Staf Komando Armada II (Kaskoarmada II) Laksma TNI Isswarto, M.Tr.Opsla., CHRMP., mengatakan, Rupiah adalah satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI.

“Rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara, yang wajib dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Dengan menggunakan Rupiah pada setiap transaksi. Maka kita sudah ikut membantu, menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah. Serta membangun kepercayaan dunia pada Rupiah,” ungkapnya.
Dia menambahkan, TNI AL merasa terhormat dan terpanggil, untuk menjaga simbol negara ini. Karena keterlibatannya, juga sebagai upaya menjaga kedaulatan negara.
“Tentunya kita masih ingat bagaimana lepasnya dua pulau, yakni Pulau Sipadan dan Ligitan. Yang ternyata itu soal masalah kecintaan pada mata uang Rupiah. Kami tidak ingin hal ini terjadi lagi. Dan TNI AL, memiliki sarana dan pra sarana untuk mewujudkannya,” pungkasnya.
Dalam kegiatan ini, KPw BI Jatim membawa modal kerja penukaran, sebanyak Rp 6,2 miliar. Yang terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp 3 miliar, dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp 3,2 miliar. Sebanyak 114 kru kapal dan 29 orang dari KPw BI Jatim, diberangkatkan menggunakan KRI Surabaya 591.
