Hallo Polisi Pemerintahan

Rabu, 24 Juli 2024 - 18:42 WIB

2 tahun yang lalu

logo

Kolaborasi BKKBN dan Polda Jatim untuk Tekan Stunting & Perkawinan Anak di Jawa Timur

Surabaya | klikku.net  – Pada Rabu (24/7), di Selasar Gedung Patuh, Kantor Polda Jatim, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara BKKBN Jawa Timur dan Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk tahun 2024.

Inspektur Jenderal Polisi Drs. Imam Sugianto, M.Si dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM menandatangani perjanjian tersebut, untuk mendukung pelaksanaan Program Bangga Kencana dan mempercepat penurunan angka stunting di Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Drs. Imam Sugianto menyoroti bahwa angka stunting di Indonesia masih tinggi.

“Dengan data tahun 2023 menunjukkan angka 21,5 persen, hanya turun 0,1 persen dari tahun 2022. Beliau menugaskan jajarannya untuk bekerja sama dengan BKKBN dalam memperluas kegiatan implementatif untuk menuntaskan masalah stunting”, ujarnya.

“Berdasarkan data, salah satu penghambat generasi muda kita adalah stunting yang masih tinggi. Kita harus segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini,” tuturnya.

Imam menambahkan, dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, mempersiapkan generasi unggul memerlukan dukungan otoritas yang berwenang.

“Investasi dalam SDM tidak bisa dirasakan serta merta, tetapi hasilnya akan terlihat di masa depan,” ujarnya. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah memberikan asupan makanan berprotein tinggi sejak dini.

“Di negara-negara maju, asupan makanan berprotein tinggi diberikan kepada anak-anak sejak usia dini, dan hasilnya mereka dapat mencetak atlet kelas dunia. Ini bisa kita adopsi di Indonesia untuk mencetak generasi unggul,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM menyampaikan terima kasih atas kerjasama dengan Polda Jawa Timur, dalam upaya meningkatkan kualitas SDM di masa depan.

Ia menekankan pentingnya kerjasama multisektoral dalam penanganan stunting dan pelayanan KB.

“Dengan MoU ini, saya berharap koordinasi antara Babinkamtibmas dan Penyuluh KB di lapangan bisa lebih efektif dalam mengatasi stunting. Kami juga berharap dapat memanfaatkan rumah sakit Bhayangkara sebagai tempat pelayanan KB,” ujarnya.

Maria juga menyoroti tingginya angka perkawinan anak di Jawa Timur yang menjadi salah satu penyebab stunting dan KDRT.

“Kami berharap kerjasama ini dapat mencegah terjadinya perkawinan anak dan Janda Usia Sekolah (JUS), yang jumlahnya mencapai sekitar 3.000 di Jawa Timur,” pungkasnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting dan mencegah perkawinan anak, sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas di masa depan.


@Man

358

Baca Lainnya