Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Kamis, 1 Agustus 2024 - 19:19 WIB

2 tahun yang lalu

logo

BPS Catat: Juli 2024 Jatim Alami Inflasi 0,04 Persen (m-t-m) Disumbang Oleh Tahun Ajaran Baru

Surabaya | klikku.net – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat Juli 2024 Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,04 persen month-to-month (m-t-m) yang salah satunya dipengaruhi oleh tahun ajaran baru.

“Tahun ajaran baru menjadi sebuah momen bagi penyelenggara jasa pendidikan untuk menyesuaikan tarif-tarif pendidikan yang harus dibayarkan oleh para wali murid,” tutur Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli dalam siaran pers berita resmi statistik di Surabaya, Kamis (1/8)

Ia memaparkan bahwa inflasi Jawa Timur juga dipengaruhi oleh kenaikan harga pada komoditas cabai rawit yang telah berakhir masa panennya, sehingga pergerakan harganya selama Juli mengalami kenaikan.

Dengan terjadinya inflasi pada Juli, maka inflasi tahun kalender Juli 2024 terhadap Desember 2023 sebesar 0,84 persen (year-to-date) dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Juli 2024 terhadap Juli 2023 sebesar 2,13 persen.

“Hal ni catatan bahwa target pemerintah khususnya Provinsi Jatim untuk mencapai target inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen sampai Juli masih dalam koridor yang wajar,” kata Zulkipli.

Menurut Zulkifli dari dari 11 kabupaten/kota di Jatim terdapat enam kabupaten/kota mengalami inflasi dan lima kabupaten/kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Sumenep yakni 0,29 persen dan terendah di Tulungagung 0,01 persen, sedangkan deflasi terdalam terjadi di Gresik yaitu 0,18 persen dan deflasi terendah yaitu Kediri dan Malang masing-masing 0,01 persen.

Sedangkan daerah lain yang mengalami inflasi pada Juli 2024 adalah Kota Surabaya sebesar 0,1 persen, Kota Probolinggo 0,06 persen, Jember 0,04 persen, dan Banyuwangi 0,07 persen.

Sementara untuk daerah lain yang mengalami deflasi adalah Kota Madiun sebesar 0,03 persen dan Kabupaten Bojonegoro 0,07 persen.


Soen

21263

Baca Lainnya