Surabaya | klikku.id – Dalam upaya mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), bersama Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), menginisiasi pendirian Bank Sampah Gotong Royong di RW 3 Kelurahan Perak Barat, Surabaya.
Program ini bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi dari pengelolaan sampah.
Terinspirasi dari keberhasilan Bank Sampah Induk Berkah di Sukomanunggal, TPS melalui Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) memulai langkah dengan dialog konstruktif bersama warga Perak Barat.
Program ini mencakup penentuan lokasi, pelatihan pengelolaan, hingga penggunaan aplikasi Sistem Kelola Sampah (SIKELAPA) untuk mendigitalisasi pengelolaan sampah.
SIKELAPA memungkinkan integrasi pengelolaan sampah dengan layanan tambahan, seperti pembayaran pajak kendaraan, tabungan emas, dan penukaran kebutuhan pokok.
Dalam dua bulan pertama operasionalnya, Bank Sampah Gotong Royong berhasil mengumpulkan 826 kg sampah senilai Rp1.305.816.
Produk daur ulang, seperti pot bunga dari galon air mineral, menjadi unggulan dengan nilai jual hingga Rp15.000 per buah. “Produk ini diminati karena ramah lingkungan dan unik,” ujar Rusli, salah satu pengurus Bank Sampah.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa inisiatif ini mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk energi bersih dan komunitas berkelanjutan.
“Kami berharap program ini menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan di masyarakat,” ungkapnya.
Dengan lokasi di area Lapangan Sepak Bola Colombo, Jalan Ikan Dorang No. 46, Bank Sampah Gotong Royong diharapkan menjadi katalisator pengelolaan sampah di Surabaya dan komunitas sekitarnya.
Program ini mencerminkan komitmen TPS untuk tidak hanya menjadi pemain utama dalam logistik, tetapi juga pemimpin dalam keberlanjutan lingkungan. @Man
