Surabaya | klikku.id – Universitas Airlangga (Unair) menerima kunjungan kerja penting dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sabtu (12/7).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang Pleno, Balai Rektorat Unair, Kampus MERR-C ini menandai penguatan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung arah pembangunan nasional.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof Madyan Dwi N, SE MFin PhD, dalam sambutannya memaparkan berbagai pencapaian global Unair.
“Saat ini Unair menduduki peringkat 287 dunia versi QS World University Rankings, serta peringkat 9 dunia dan nomor 1 Asia dalam THE Impact Rankings,” ujarnya.
Ia menekankan, rekognisi internasional tersebut mencerminkan kontribusi UNAIR dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, termasuk upaya nyata dalam menghilirkan riset ke sektor industri.
“Kami ingin riset-riset Unair menjangkau masyarakat luas dan menciptakan dampak konkret,” tambahnya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof Dr Ir Rachmat Pambudy MS menyampaikan apresiasi atas pencapaian Unair. Ia menekankan pentingnya posisi kampus sebagai pengarah pembangunan nasional.
“Kampus seharusnya menjadi kompas pembangunan. Dahulu kita bisa membangun dengan baik karena kampus dan pemerintah berjalan beriringan,” jelasnya.
Senada, Kepala BPS Dr Amalia Adininggar Widyasanti MT menyoroti pentingnya kolaborasi BPS dengan perguruan tinggi. Salah satunya melalui pendirian Pojok Statistik di universitas-universitas seluruh Indonesia.
“Saat ini sudah ada 166 Pojok Statistik secara nasional, termasuk 55 di Jawa Timur. Tapi di Unair belum ada. Maka kami sangat ingin mewujudkannya,” ungkapnya.
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan literasi data dan kemampuan mahasiswa dalam mengelola statistik lintas sektor – mulai dari ekonomi hingga peternakan dan industri.
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga membuka peluang kerja sama akademik, termasuk program pertukaran mahasiswa dan double degree.
“Kami punya sekolah statistik, dan kerja sama ini bisa menjadi langkah konkret memperkuat pendidikan dan riset,” terang Amalia.
Sinergi Unair bersama Bappenas dan BPS diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan dan riset. Kerja sama ini juga memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial dan ekonomi.
“Kami percaya, Unair memiliki peran penting dalam membentuk arah kebijakan yang berbasis data dan berdampak langsung ke masyarakat,” tutup Prof Rachmat. @Man
