Jember | klikku.id – Kabar gembira datang dari ujung selatan Kabupaten Jember. Menjelang perayaan Hari Kemerdekaan ke-80, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur, resmi menyalakan listrik pertama di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.
Kawasan yang berada di jantung Taman Nasional Meru Betiri itu kini tak lagi gelap gulita.
Momen bersejarah ini menjadi tonggak baru bagi ratusan warga yang selama puluhan tahun hanya mengandalkan pelita dan genset seadanya. Kini, mereka bisa menikmati terang benderang dari listrik PLN.
“Terima kasih kami ucapkan kepada PLN dan Pemerintah Kabupaten Jember. Selama ini nenek dan orang tua kami belum pernah merasakan listrik. Semoga ke depan membawa kesejahteraan bagi wilayah kami,” tutur Agus, warga Bandealit, dengan mata berbinar.
Penyalaan perdana ini merupakan bagian dari program besar PLN untuk pemerataan akses energi di kawasan pelosok dan konservasi. General Manager PLN UID Jatim, Ahmad Mustaqir, menyebut langkah ini bukan sekadar mengalirkan daya, tapi juga membuka harapan baru.
“Listrik adalah hak dasar yang mengubah segalanya, mulai pendidikan, ekonomi, hingga kualitas hidup. Kehadiran listrik di Bandealit adalah bukti komitmen kami untuk memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal dalam kegelapan,” tegas Ahmad.
Dalam tahap pertama, PLN sukses menghubungkan listrik ke 40 pelanggan dengan pemasangan jaringan tegangan menengah sepanjang 5.023 meter sirkuit dan jaringan tegangan rendah sepanjang 150 meter.
Selanjutnya, tahap kedua dan ketiga akan menjangkau lebih luas, dengan potensi tambahan 190 pelanggan baru.
PLN tak berhenti di situ. Tahun ini, perusahaan pelat merah tersebut menargetkan melistriki 125 lokasi lain di Jawa Timur, termasuk di Madura, Kediri, Situbondo, Ponorogo, Jember, dan Malang.
Dengan nyalanya listrik di Bandealit, derap langkah pembangunan di pelosok Jember kian mantap. Warga pun menyambutnya dengan optimisme: Merdeka kini terasa lebih nyata, bahkan hingga ke dalam kawasan konservasi. @Man
