Pasuruan | klikku.id – Jawa Timur kembali mencatat terobosan penting dalam penanggulangan bencana. Setelah sukses meluncurkan Unit Layanan Disabilitas Penanggulangan Bencana (ULD-PB) tingkat provinsi pada 2024.
Kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim menggandeng Program Siap Siaga untuk memperluas layanan inklusif ini ke tingkat kabupaten.
Lima daerah sekaligus, yakni Pasuruan, Lumajang, Malang, Sampang, dan Pacitan, resmi memiliki ULD-PB setelah peluncuran di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Kamis (31/7/2025).
Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar simbolis, melainkan komitmen nyata agar penyandang disabilitas tidak lagi menjadi kelompok paling rentan saat bencana.
“Kalau sekarang ada sirene dan EWS (early warning system) untuk peringatan gempa atau tsunami, lalu bagaimana dengan teman-teman disabilitas rungu? Apakah mereka bisa menerima sinyal itu?” ujarnya.
Menurut Gatot, ULD-PB akan merancang sistem peringatan dini yang ramah semua kalangan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran maupun penglihatan.
Selain itu, akan ada pelatihan rutin agar penyandang disabilitas tidak sekadar dilindungi, tapi juga mampu menjadi bagian dari garda terdepan penanggulangan bencana.
Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Pangarso Suryotomo, mengapresiasi langkah cepat Jatim. “Di tingkat kabupaten, Jatim menjadi yang tercepat dalam mengembangkan ULD-PB,” katanya.
Inisiatif ini juga mendapat sambutan hangat dari Wakil Bupati Pasuruan, Sobih Asrori, serta Konjen Australia di Surabaya, Glen Askew.
Bahkan, Askew menyebut kolaborasi Pemprov Jatim dan Pemerintah Australia lewat program Siap Siaga sebagai model kerja sama internasional yang patut dicontoh.
“Ini bukti nyata perhatian terhadap kelompok disabilitas, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi risiko bencana,” tambah Askew.
Dengan hadirnya ULD-PB di lima kabupaten ini, Jawa Timur kian mantap menuju sistem penanggulangan bencana yang inklusif dan berkeadilan. @Man
