Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Jumat, 8 Agustus 2025 - 08:29 WIB

10 bulan yang lalu

logo

Misi Dagang Jatim ke Lampung Tembus Rp1 Triliun, Khofifah: Bukti Kuatnya Ekonomi Daerah

Bandar Lampung | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung misi dagang ke Provinsi Lampung, Kamis (7/8/2025).

Hasilnya mencatatkan transaksi fantastis senilai Rp1,05 triliun, naik tajam dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp285 miliar.

Transaksi terbesar datang dari komoditas kopi, rokok, rajungan, gula merah, seafood, hingga anak ayam. Dalam agenda ini, 153 pelaku usaha terlibat, terdiri dari 100 asal Lampung dan 53 dari Jatim.

“Ini bukti sinergi antarprovinsi yang saling menguatkan dan mendorong kedaulatan pasar dalam negeri,” tegas Khofifah.

Tak hanya transaksi, misi dagang ini juga jadi ruang strategis untuk menandatangani kerja sama lintas sektor—mulai dari lima perangkat daerah, satu BUMD, hingga empat asosiasi dagang.

Khofifah menyebut, hubungan dagang Jatim-Lampung bukan baru kali ini. Pada 2022, total transaksi antarwilayah kedua provinsi ini mencapai Rp13 triliun, dengan Jatim mencatat surplus Rp11 triliun.

Khofifah mendorong optimalisasi logistik dan konektivitas muatan pulang-pergi agar biaya distribusi bisa ditekan dan ekonomi lokal lebih efisien.

“Misi dagang bukan sekadar jual-beli, tapi bagian dari pemerataan ekonomi dan pertumbuhan wilayah di luar Jawa,” ujarnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengakui peran Jatim sebagai mitra penting, terutama di sektor pertanian dan hilirisasi industri.

“Jatim sudah kuat industrinya. Kami butuh support bibit jagung dan koneksi dagang dari sana,” ungkapnya.

Beberapa transaksi mencolok, antara lain Kopi Jember ke Lampung: Rp180 miliar, Rokok Gapero ke Lampung: Rp175 miliar & Rp152 miliar, Rajungan Surabaya–Lampung: Rp124 miliar, Gula Kediri ke Lampung: Rp77 miliar, Seafood Sidoarjo ke Lampung: Rp54 miliar, Anak Ayam Jombang ke Lampung: Rp42,5 miliar, dan lainnya.

Sejak 2019, total 41 misi dagang domestik Jatim, telah digelar dengan nilai transaksi tembus Rp14,68 triliun. Untuk pasar luar negeri, misi dagang telah menjangkau Jepang, Arab Saudi, Hongkong, Malaysia, hingga Timor Leste, dengan nilai potensi Rp1,6 triliun.

“Ini bukan hanya angka statistik. Ini bukti ekonomi daerah sedang bergerak dan terus bertumbuh,” pungkas Khofifah. R3d


 

86

Baca Lainnya