Surabaya | klikku.id – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya yang tergabung dalam BEM Nusantara turun ke jalan, Sabtu (30/8). Mereka menggelar aksi besar-besaran di depan Markas Polda Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.
Pantauan di lokasi, massa mulai bergerak sekitar pukul 12.00 WIB. Dengan mengenakan almamater masing-masing, mahasiswa dari UIN Sunan Ampel (UINSA), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Universitas Wijaya Kusuma (UWK), hingga sejumlah elemen masyarakat, berjalan menuju pintu masuk Polda Jatim sambil menyanyikan lagu perjuangan, mulai Mars Mahasiswa, Totalitas Perjuangan, hingga Darah Juang.
Aksi kali ini membawa tujuh tuntutan yang disuarakan keras-keras di hadapan aparat kepolisian. Antara lain:
- Mendesak aparat penegak hukum menghentikan segala bentuk tindakan represif terhadap massa aksi.
- Mengusut tuntas kasus kekerasan dan korban jiwa dalam demonstrasi, termasuk meninggalnya Affan Kurniawan, driver ojek online.
- Membebaskan seluruh massa aksi yang ditahan aparat kepolisian.
- Mendesak reformasi total institusi kepolisian.
- Menuntut demiliterisasi Polri.
- Menuntut transparansi polisi dalam penanganan perkara pidana.
- Mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.
Sebelum berkumpul di Polda Jatim, kelompok mahasiswa sempat menggelar konsolidasi di beberapa titik, seperti depan kampus UINSA A. Yani, Universitas Bhayangkara, dan Unesa Ketintang. Dari titik kumpul itu, massa kemudian bergerak menuju satu titik utama, mengepung markas besar polisi di Jawa Timur.
Aksi ini berlangsung bersamaan dengan gelombang protes yang sebelumnya juga memicu pembakaran pos polisi di sejumlah titik Kota Surabaya.
Mahasiswa menegaskan bahwa gerakan mereka murni untuk mendesak reformasi Polri secara menyeluruh, sekaligus menyuarakan keadilan bagi korban kekerasan aparat. R3d
