Kuala Lumpur | klikku.id– Jagat maya Malaysia mendadak riuh pada Ahad ini setelah nama Muhammad Qasim merajai trending topic Twitter/X. Lebih dari 32 ribu unggahan menyebut sosok asal Pakistan tersebut, melampaui tagar hiburan populer seperti #DOit_inKL dan #TREASURELOVEPULSE.
Muhammad Qasim bin Abdul Karim, pria kelahiran Lahore, Pakistan, dikenal luas karena pengakuannya telah menerima ratusan mimpi ilahi. Sejak usia muda, ia mengklaim kerap bermimpi bertemu Nabi Muhammad ﷺ dan menerima pesan-pesan tentang kondisi umat Islam, tantangan akhir zaman, hingga arah kebangkitan Islam yang damai.
Fenomena ini menuai beragam tanggapan. Sebagian pengikutnya memandang mimpi Qasim sebagai pertanda kebesaran Allah, sementara kalangan skeptis menilai perlu kehati-hatian agar tidak menimbulkan penafsiran teologis yang keliru.
Sejumlah faktor disebut memicu ramainya nama Qasim di media sosial Malaysia hari ini:
1. Aktivitas digital pendukung – Komunitas helper Qasim gencar menyebarkan video, kutipan mimpi, hingga narasi keagamaan di Twitter/X.
2. Gaung dari Indonesia – Pertemuan Qasim dengan Menteri Agama RI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Juli lalu, masih menyisakan diskusi publik. Netizen Malaysia penasaran apakah tokoh agama di negaranya juga akan memberi tanggapan terbuka.
3. Momen Hari Kemerdekaan Malaysia – Di tengah suasana refleksi nasional, wacana mengenai “masa depan umat” lebih mudah mencuri perhatian publik.
Tagar Muhammad Qasim memunculkan reaksi yang berlapis. Ada yang menyambutnya dengan dukungan penuh, menyebut mimpi-mimpinya sebagai inspirasi spiritual dan peringatan ilahi. Namun, tidak sedikit pula yang menanggapinya dengan skeptis, bahkan menganggapnya sebatas fenomena media sosial.
Bagi pengamat media, tren ini menegaskan bahwa isu spiritual mampu bersaing dengan percakapan hiburan global. Fakta bahwa nama Muhammad Qasim bisa bertengger di puncak trending topic Malaysia menunjukkan kuatnya resonansi wacana religius di dunia digital.
Apakah fenomena ini hanya menjadi gelombang sesaat atau bakal memicu diskusi serius di ranah keagamaan Malaysia? Hanya waktu yang bisa menjawab.
(Anam)
