Pendidikan

Senin, 8 September 2025 - 10:29 WIB

7 bulan yang lalu

logo

34 Mahasiswa Asing Belajar Main Dakon dan Bikin Klepon di YPPI Schools Surabaya

Surabaya | klikku.id – Suasana riuh penuh tawa terdengar di halaman YPPI Schools Surabaya, Senin (8/9/2025).

Puluhan mahasiswa dan dosen dari sembilan negara tampak antusias memainkan permainan tradisional Indonesia. Ada yang mencoba Gamelan, Angklung, Dakon, Bekel, lompat tali, hingga permainan gobak sodor.

Sebanyak 34 mahasiswa dan dosen itu datang dari Filipina, China, Jepang, Thailand, Malaysia, Kanada, Vietnam, Pakistan, dan Kamboja.

Mereka hadir dalam program Community and Technological Camp (CommTECH) Highlight 2025 yang digagas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bekerja sama dengan YPPI Schools.

Sejak awal kedatangan, para tamu asing ini langsung disambut hangat dengan Tari Remo oleh siswa SD YPPI-IV. Balutan busana tradisional Jawa Timur membuat penyambutan semakin meriah.

“Kami ingin mengenalkan budaya Indonesia secara langsung. Bukan hanya ditonton, tetapi dipraktikkan bersama,” ujar Kepala SMP YPPI-3 Rony Poerwantoro.

Setelah disambut, mereka dibagi dalam kelompok kecil. Siswa-siswi YPPI mendampingi setiap kelompok untuk belajar memainkan Angklung dan Gamelan.

Tidak sedikit peserta asing yang tampak serius mengikuti irama, bahkan mencoba berulang kali agar nadanya pas.

Tak hanya permainan, mereka juga diajak mengenal kuliner khas Nusantara. Salah satunya jajanan pasar legendaris, klepon.

Bersama siswa YPPI, mahasiswa asing belajar membuat klepon dari nol. Mulai menggulung adonan tepung ketan, memasukkan gula merah cair, merebus hingga matang, lalu menikmati manis legit khas jajanan hijau berlapis kelapa parut itu.

“Ini pengalaman pertama saya datang ke Indonesia. Saya senang sekali, disambut meriah dan bisa langsung belajar budaya. Dari Gamelan, Angklung, sampai Dakon, semuanya menarik,” kata Kantaya Meekwan, mahasiswi asal Thailand.

Ia mengaku akan menceritakan pengalaman itu ke teman-temannya di negaranya. “Permainan seperti Dakon ini sederhana, tapi sangat menyenangkan,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Jemimah L. Estrada, mahasiswa asal Filipina, yang terlihat asyik bermain Dakon bersama Kantaya. “Bisa belajar budaya lewat permainan itu unik. Anak-anak di sini sangat ramah,” ucapnya.

Kepala SD YPPI-IV Wina Ayu Trisnawati menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar hiburan. “Kami ingin budaya Indonesia bisa dinikmati sekaligus dibagikan. Melalui kegiatan ini, ada jembatan antarbangsa yang mempererat persahabatan lewat pemahaman budaya,” katanya.

Sejak 2014, program CommTECH ITS memang rutin menggandeng sekolah mitra, termasuk YPPI. Tujuannya mengenalkan lebih dekat budaya Indonesia kepada mahasiswa asing. Tahun ini, suasana makin meriah karena siswa YPPI terlibat langsung sebagai pendamping.

Hasilnya, interaksi jadi cair, suasana penuh tawa, dan para mahasiswa asing pulang dengan kesan mendalam. Bahwa budaya Indonesia tidak hanya kaya, tapi juga menyenangkan untuk dipelajari. @Man


 

99

Baca Lainnya