Kerjasama Pendidikan TNI

Jumat, 12 September 2025 - 19:29 WIB

9 bulan yang lalu

logo

ITS – TNI AL Kolaborasi Dorong Inovasi Teknologi Bawah Air Menuju Indonesia Emas 2045

Surabaya | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama TNI Angkatan Laut (AL) menggaungkan penguatan inovasi teknologi bawah air, demi mendukung pertahanan maritim Indonesia.

Pesan itu mengemuka dalam seminar nasional bertema “Teknologi Bawah Air Masa Depan dalam Pertahanan Maritim Indonesia” yang digelar di Auditorium Research Center ITS, Jumat (12/9/2025).

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Muhammad Ali SE MM MTr Opsla menegaskan, penguasaan teknologi maritim merupakan kebutuhan strategis bagi negara kepulauan terbesar di dunia.

“Letak geografis Indonesia di persilangan dua benua dan dua samudra membuat 40 persen perdagangan dunia melewati perairan kita. Artinya, kemampuan industri dan teknologi maritim menjadi kunci untuk melindungi kedaulatan laut,” ujarnya.

Ali yang pernah menjabat Komandan Kapal Selam Type-209 itu, memaparkan berbagai ancaman yang mengintai di masa depan.

Mulai ancaman militer, seperti invasi dan sabotase bawah laut, ancaman nir-militer seperti perompakan dan penyelundupan, hingga ancaman hibrida berupa serangan siber dan perang informasi.

Saat ini Indonesia memiliki empat kapal selam aktif, namun jumlah itu masih perlu diperkuat.

“Kami menargetkan 12 kapal selam pada 2044 dengan teknologi modern, termasuk baterai lithium-ion, sistem persenjataan mutakhir, serta kapal selam nirawak dan pengawasan bawah laut,” ungkapnya.

Rektor ITS Prof Dr Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD menegaskan kesiapan ITS untuk mendukung strategi pertahanan laut nasional.

“ITS siap berkontribusi, bukan hanya melalui riset dan pengembangan teknologi, tapi juga dengan menyiapkan SDM unggul di bidang kelautan dan kemaritiman,” katanya.

ITS juga membangun pusat klaster maritim sebagai wadah hilirisasi inovasi mahasiswa, sekaligus membuka ruang sinergi dengan industri dan pemerintah, termasuk PT PAL dan TNI AL.

Bambang berharap seminar ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kerja sama strategis, sekaligus mendukung poin ke-17 Sustainable Development Goals (SDGs) tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

“Kami ingin mewujudkan kemandirian Indonesia dalam teknologi maritim menuju visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Selain Kasal dan Rektor ITS, sejumlah narasumber turut hadir, di antaranya Letkol Laut Moh Akbar SH MH MMSc (Koarmada II), Dr Kaharuddin Djeno MEng (PT PAL Indonesia), Dr Ir Erwandi MEng (BRIN), Dr Ir Adji Sularso (Paguyuban Bhinneka Kencana), serta Anthony Covarrubias dari Naval Group.

Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kedaulatan laut sekaligus memacu kemandirian teknologi bawah air di kancah global. @Man


 

81

Baca Lainnya