Kerjasama Pendidikan

Rabu, 24 September 2025 - 18:29 WIB

9 bulan yang lalu

logo

Bangun Pusat Riset Teknologi Maritim, ITS Gandeng SF Marina Swedia

Surabaya | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus memperkuat perannya di sektor maritim.

Senin (22/9), kampus teknologi kebanggaan Indonesia itu resmi meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan SF Marina, perusahaan asal Swedia yang dikenal sebagai pionir dermaga dan beton apung.

Kolaborasi ini menegaskan komitmen ITS dalam mengembangkan riset, teknologi, dan pendidikan di bidang maritim, khususnya desain serta teknologi marina.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah penting dalam membuka peluang riset terapan, pengembangan infrastruktur, hingga pelatihan SDM.

Sebagai tindak lanjut, ITS bersama SF Marina Indonesia akan membangun Pusat Riset dan Teknologi Marina Indonesia di Kampus ITS.

“Hal ini mendukung kebijakan Blue Economy Indonesia, terutama untuk pengembangan wisata bahari,” ujar Prof Ir Haryo Dwito Armono PhD, Kepala Laboratorium Infrastruktur Pantai dan Pelabuhan Departemen Teknik Kelautan ITS.

Pada kesempatan yang sama, ITS juga menandatangani MoU dengan PT Asset Monitoring Teknologi Indonesia (AMTI).

Kerja sama ini mencakup pengembangan sensor pemantau kondisi bangunan, yang dapat mematikan peralatan sensitif secara otomatis saat gempa atau kondisi darurat. Teknologi serupa direncanakan diterapkan pada struktur dermaga dan marina.

Penandatanganan MoU tersebut menjadi bagian dari Indonesian Port Marina Forum di Auditorium Gedung Research Centre ITS.

Forum bertema The Technology and Design of Marinas in Indonesia itu, dihadiri lebih dari 100 peserta dari kalangan akademisi, industri, pemerintah, asosiasi pelabuhan, hingga mahasiswa.

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jalur strategis kapal yacht dari Australia ke Singapura dan Thailand dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan marina.

Ketersediaan marina menjadi kunci pariwisata maritim kelas dunia yang bisa menarik wisatawan, menciptakan lapangan kerja, hingga mendukung UMKM.

“Keberadaan marina juga penting bagi infrastruktur pesisir, budaya, dan lingkungan,” tambah Haryo.

Selain paparan para pakar, forum ini membuka ruang diskusi lintas sektor untuk melahirkan gagasan baru terkait desain, teknologi, dan keberlanjutan marina di Indonesia.

Gelaran ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan). R3D


 

119

Baca Lainnya