Daerah Olahraga

Minggu, 28 September 2025 - 18:29 WIB

8 bulan yang lalu

logo

Sunrise di Boom, Adu Tanjakan di Ijen: Trilogy Mainsepeda 2025 Tuntas di Banyuwangi

Banyuwangi |  klikku.id – Trilogy Mainsepeda 2025 resmi berakhir di ujung timur Pulau Jawa. Sabtu pagi (27/9), ratusan cyclist menutup rangkaian event gowes menanjak itu lewat Banyuwangi Bluefire Ijen KOM 2025.

Ajang pamungkas yang memperebutkan gelar King of Mountain (KOM) dan Queen of Mountain (QOM) itu berlangsung sengit sekaligus indah, karena dikemas dengan pengalaman menikmati panorama sunrise di Pantai Boom Marina sebelum menanjak ke Paltuding, kaki Gunung Ijen.

Trilogy Mainsepeda tahun ini dimulai dari Bromo KOM (17 Mei) dan Kediri Dholo KOM (20 Juli). Banyuwangi menjadi seri penutup.

Total lebih dari 2.300 cyclist ambil bagian sepanjang rangkaian. Khusus di Banyuwangi, sebanyak 400 peserta dari 96 kota, 23 provinsi, dan 9 negara ikut meramaikan.

“Selamat datang di Banyuwangi. Kami bangga kembali dipercaya jadi tuan rumah. Harapannya peserta tidak hanya mengejar podium, tapi juga bisa menikmati alam dan kuliner Banyuwangi,” sambut Bupati Ipuk Fiestiandani.

Panitia sengaja memundurkan waktu start menjadi pukul 06.00 WIB agar peserta lebih dulu menyaksikan sunrise di Pantai Boom Marina. Setelah mengabadikan momen, peserta gowes menyusuri hamparan sawah hijau hingga kampung Bali di selatan Banyuwangi.

“Seperti tiba-tiba pindah ke Pulau Dewata, padahal masih di Pulau Jawa,” ucap Founder Mainsepeda, Azrul Ananda.

Peserta lantas beristirahat di Pit Stop Gedung Olahraga Tawang Alun (KM 57) sebelum memasuki rute utama KOM. Dari Gapura Ijen Geopark, persaingan sesungguhnya dimulai: tanjakan ikonik 26,9 km dengan elevation gain 1.700 meter dan kemiringan puncak 34 persen menuju Paltuding.

Persaingan di kategori Men Elite berlangsung dramatis. Muhammad Raihan Maulidan dari Ponti Wijaya Racing Team (PWR) merebut gelar juara lewat sprint ketat, hanya unggul kurang dari setengah ban dari Dimas Nur Fadhil Rizqi. Keduanya bahkan mencatat waktu sama, 1 jam 23 menit 30 detik.

Di kategori Women Elite, kejutan tercipta. Nihayatuzzain Asshofi, pembalap muda yang baru pulih dari cedera tulang rusuk usai jatuh di Tour de Linggarjati, sukses mengalahkan dua unggulan: Maghfirotika Marenda dan Crismonita Dwi Putri.

Event ini juga diikuti Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce, yang turun di kategori Men Age 50–54. Ia berhasil finis dan membuktikan keseriusannya di dunia sepeda.

Pasma sebelumnya juga membela Indonesia di World Police and Fire Games 2025 di Birmingham, Amerika Serikat.

Selain adu kuat di tanjakan, Trilogy Mainsepeda memang didesain dengan konsep sport tourism. Peserta tidak hanya berkompetisi, tapi juga merasakan pengalaman bersepeda sambil menikmati keindahan alam dan destinasi wisata di tiap daerah.

Tak heran, ajang ini bahkan menjadi bahan penelitian mahasiswa magister Ilmu Komunikasi UGM terkait tren sport tourism yang terus berkembang. @Man


 

105

Baca Lainnya