Daerah Ekonomi Bisnis Kasuistika

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:25 WIB

3 jam yang lalu

logo

Dok foto gambar ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok foto gambar ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Suspend Dibuka, Dapur SPPG Tanah Merah Dajah Bangkalan Tidak Kirim MBG Lebih dari Sepekan

Bangkalan | klikku.id — Polemik layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tanah Merah Dajah, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, kembali menjadi perhatian. Meski status suspend dapur tersebut disebut telah dibuka, informasi di lapangan menyebutkan distribusi MBG kepada siswa di sejumlah lembaga sekolah penerima manfaat belum berjalan sebagaimana mestinya.

Hal itu mencuat setelah adanya konfirmasi kepada Bambang Mustika selaku Kasatgas MBG Bangkalan atau Kepala Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis. Konfirmasi tersebut berkaitan dengan status dapur SPPG yang berada di wilayah Tanah Merah Dajah dan Blega.

Saat ditanyakan apakah dapur SPPG di Desa Tanah Merah Dajah serta Blega sudah dibuka suspend-nya dan kembali beroperasi, Bambang Mustika menyampaikan bahwa untuk dapur SPPG Tanah Merah Dajah, status suspend sudah dibuka. “Tanah Merah sudah dibuka,” ujar Bambang Mustika saat dikonfirmasi, Jumat (22/5).

Namun, keterangan tersebut memunculkan pertanyaan lanjutan. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima dari pihak sekolah penerima manfaat, dapur SPPG Tanah Merah Dajah disebut belum mengirimkan MBG kepada siswa lebih dari satu minggu hingga hari yang sama.

Kondisi itu menimbulkan tanda tanya mengenai kesesuaian antara status administrasi pembukaan suspend dengan realisasi operasional dapur di lapangan. Apakah dapur tersebut sudah benar-benar kembali beroperasi, atau masih terdapat kendala teknis maupun manajerial yang menyebabkan distribusi MBG belum berjalan.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai informasi belum adanya pengiriman MBG tersebut, Bambang Mustika menjelaskan bahwa status suspend sudah dibuka. Namun, terkait operasional dapur, ia menyarankan agar penyebabnya dikonfirmasi langsung kepada pihak SPPG atau yayasan pengelola. “Ini suspend sudah dibuka, masalah operasi atau tidak mending sampean tanyakan penyebabnya ke SPPG atau yayasannya,” jelas Bambang Mustika.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dari sisi status, dapur SPPG Tanah Merah Dajah telah dinyatakan tidak lagi dalam kondisi suspend. Namun, terkait apakah dapur tersebut sudah menjalankan kembali aktivitas produksi dan distribusi MBG, hal itu masih membutuhkan penjelasan teknis dari pihak pengelola dapur maupun yayasan.

Sementara itu, informasi belum terkirimnya MBG lebih dari sepekan kepada siswa penerima manfaat menjadi catatan penting. Sebab, program MBG merupakan layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah.

Jika benar distribusi belum berjalan meski suspend telah dibuka, maka diperlukan penjelasan terbuka dari pihak SPPG maupun yayasan pengelola. Penjelasan tersebut penting agar tidak terjadi simpang siur informasi antara status administrasi, kondisi dapur, dan kenyataan yang dirasakan lembaga sekolah penerima manfaat.

Selain itu, transparansi juga dibutuhkan untuk memastikan penyebab keterlambatan atau belum berjalannya distribusi. Apakah disebabkan persoalan bahan baku, kesiapan dapur, kendala teknis, administrasi, sumber daya, atau faktor lain yang menghambat operasional.

Di sisi lain, sekolah penerima manfaat juga membutuhkan kepastian jadwal pengiriman MBG. Sebab, ketidakpastian distribusi berpotensi mengganggu perencanaan pihak sekolah, terutama bagi siswa yang sebelumnya telah tercatat sebagai penerima manfaat program tersebut.

Dengan adanya keterangan bahwa suspend dapur SPPG Tanah Merah Dajah telah dibuka, publik kini menunggu klarifikasi lanjutan dari pihak pengelola dapur maupun yayasan. Terutama mengenai kapan dapur tersebut benar-benar kembali beroperasi normal dan menyalurkan MBG kepada siswa di lembaga sekolah terkait.

Program MBG diharapkan tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga benar-benar hadir dalam bentuk pelayanan nyata kepada peserta didik. Karena itu, koordinasi antara pengelola dapur, yayasan, Satgas MBG, dan lembaga sekolah menjadi kunci agar pelaksanaan program tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

#Anam

49

Baca Lainnya