Pemerintahan Pendidikan

Rabu, 12 November 2025 - 14:28 WIB

6 bulan yang lalu

logo

Cegah Tragedi Serupa SMAN 72 Jakarta, Pemkot Surabaya Perketat Sekolah Anti-Bullying

SURABAYA | klikku.id – Tragedi ledakan di SMAN 72 Jakarta yang diduga dipicu perundungan menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung bergerak cepat memperkuat program sekolah anti-bullying agar kejadian serupa tak terjadi di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, kasus kekerasan di lingkungan sekolah berpotensi menghancurkan masa depan anak. Ia menyoroti dampak psikologis mendalam yang bisa muncul jika korban menyimpan trauma hingga dendam.

“Peristiwa seperti itu membahayakan, apalagi jika anak memiliki jiwa dendam karena jadi korban bullying. Ini harus jadi perhatian serius,” tegas Eri, Rabu (12/11).

Untuk mengantisipasi hal itu, Pemkot melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) memperketat pengawasan terhadap sekolah-sekolah yang telah menerapkan program anti-bullying.

Koordinasi lintas sektor juga diperkuat agar pengawasan tak sekadar administratif, tetapi benar-benar menyentuh perilaku sosial siswa.

“Kami akan mengadakan berbagai kegiatan bersama Dispendik untuk menyatukan anak-anak dari semua agama dan etnis,” ujar Eri.

Ia menilai, membangun rasa kebersamaan dan toleransi di sekolah menjadi fondasi utama mencegah kekerasan dan diskriminasi di kalangan pelajar.

Berbagai kegiatan kolaboratif akan digelar, mulai dari diskusi lintas sekolah, lomba solidaritas pelajar, hingga pelatihan guru tentang deteksi dini potensi perundungan di ruang kelas.

Menurut Eri, program ini bukan sekadar proyek seremonial, melainkan gerakan sistematis untuk menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif dan aman bagi semua anak.

“Tidak boleh ada bullying di sekolah-sekolah Surabaya. Ini harus dihindari dengan segala cara karena menyangkut psikologis dan masa depan generasi muda kita,” tandasnya.

Pemkot juga mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam memantau perilaku anak di luar sekolah.

Tujuannya, agar sinergi antara pendidikan formal dan lingkungan sosial dapat benar-benar mencegah terulangnya kekerasan berbasis perundungan di masa depan. Nughie


 

103

Baca Lainnya