Kesehatan Pemerintahan

Rabu, 19 November 2025 - 14:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Khofifah Ingatkan: Turunkan Stunting Harus Konsisten, Bukan Sekadar Mengejar Target

SURABAYA | klikku.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kunci keberhasilan penurunan stunting bukan hanya pada capaian angka, tetapi pada konsistensi seluruh elemen dalam menjalankan program pencegahannya.

“Yang penting bukan hanya mengejar target penurunan, tetapi memastikan konsistensi program. Konsistensi inilah yang menentukan apakah upaya kita benar-benar berdampak,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (19/11).

Pernyataan itu disampaikan Khofifah usai Jatim kembali meraih penghargaan dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas efektivitas Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

Menurutnya, keberhasilan menekan stunting merupakan kerja komunal yang melibatkan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Jatim berada di angka 14,7 persen—lebih rendah dari rata-rata nasional 19,8 persen.

Namun Khofifah menegaskan bahwa percepatan tetap harus dilakukan demi mencapai target RPJMD sebesar 13,36 persen pada 2029.

“Penanganan stunting ini bukan hal sederhana. Butuh sinergi semua elemen dan gerak bersama,” tegasnya.

Sejumlah intervensi spesifik terus digencarkan, antara lain skrining anemia remaja putri, pemberian tablet tambah darah, antenatal care, ASI eksklusif, imunisasi, hingga pemberian makanan tambahan (PMT).

Di sisi lain, intervensi sensitif seperti penyediaan sanitasi, air bersih, edukasi gizi keluarga, serta penguatan ekonomi rumah tangga juga menjadi fokus.

Khofifah menekankan pentingnya pendekatan by name by address. Pengukuran rutin balita di posyandu, pendampingan ibu hamil, dan pemberian tablet tambah darah harus berjalan tanpa putus.

“Ini harus dilakukan menyeluruh, sebelum dan setelah kelahiran. Penguatan data individual wajib diperkuat,” katanya.

Ia juga menyoroti peran dunia pendidikan. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut menjadi salah satu strategi penting untuk memperbaiki kecukupan gizi siswa di sekolah.

Menurut Khofifah, penghargaan dari BKKBN merupakan bukti nyata kerja gotong-royong lintas sektor. “Ini buah sinergi pemerintah, BKKBN, PKK, desa, mitra pentahelix, hingga para pembina posyandu. Kerja besar untuk masa depan generasi Jatim,” tuturnya.

Ia memastikan Pemprov Jatim akan terus mendorong kolaborasi terpadu dari tingkat provinsi hingga desa, karena penurunan stunting tidak mungkin ditangani oleh satu instansi saja. Nughie


 

101

Baca Lainnya