Kesehatan Pendidikan

Jumat, 24 April 2026 - 14:34 WIB

1 hari yang lalu

logo

Fresh Graduate Unusa Tembus RS Arab Saudi, Karier Global Diraih Hanya dalam 2 Bulan

SURABAYA | klikku.id – Lulusan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) kembali menembus pasar kerja internasional. Maulidiya, fresh graduate Program Studi S1 Kebidanan Alih Jenjang, sukses berkarier di Dr. Sulaiman Al Habib Hospital, Sahafa, Riyadh, Arab Saudi.

Perempuan kelahiran Pamekasan, 15 September 2001 itu bahkan harus menunda wisuda pada 2025 karena sudah lebih dulu bekerja di luar negeri. Baru pada momen wisuda April 2026, ia bisa mengikuti prosesi setelah mengambil cuti.

Maulidiya mengungkapkan, proses menuju karier global terbilang cepat. Setelah lolos seleksi administrasi dan wawancara dengan pihak rumah sakit, ia hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan hingga berangkat.

“Dari wawancara sampai bekerja sekitar dua bulan. Sambil menunggu, saya juga meningkatkan kemampuan bahasa secara mandiri,” ujarnya.

Motivasi terbesarnya datang dari keluarga. Sebagai anak tunggal, ia ingin berkontribusi di bidang kesehatan, khususnya pelayanan ibu dan anak. Namun, bekerja di luar negeri bukan tanpa tantangan.

Ia harus beradaptasi dengan standar operasional yang lebih ketat, teknologi medis yang lebih maju, serta budaya kerja yang disiplin. Selain itu, tantangan emosional juga sempat dirasakan.

“Pernah merasa lelah dan rindu keluarga. Tapi saya terus ingat tujuan awal,” katanya.

Lingkungan kerja multinasional juga memperkaya pengalamannya, terutama dalam komunikasi lintas budaya. Ia melayani pasien dari berbagai negara dengan latar belakang berbeda.

Saat ini, Maulidiya telah menyelesaikan kontrak kerja pertamanya (2023–2025) dan melanjutkan kontrak kedua selama dua tahun ke depan.

Keberhasilan ini mencerminkan meningkatnya daya saing lulusan Unusa di tingkat global. Alumni kampus tersebut kini tersebar di berbagai negara, seperti Arab Saudi, Jepang, hingga Taiwan.

Maulidiya pun berpesan kepada mahasiswa lain agar berani mencoba peluang internasional. “Persiapkan diri dari ilmu, keterampilan, dan bahasa. Kesempatan itu terbuka lebar,” tuturnya.

Menurutnya, pengalaman kerja global bukan hanya soal karier, tetapi juga pembelajaran hidup yang memperkaya perspektif dan profesionalitas. AM@n


 

14

Baca Lainnya