Kerjasama Organisasi Peristiwa

Rabu, 19 November 2025 - 15:29 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Gelar Pertemuan Stakeholder, GNI Dorong Keberlanjutan Program Perlindungan Anak & Pemberdayaan Warga Surabaya

SURABAYA | klikku.id – Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI) menggelar Pertemuan Tahunan Stakeholder sekaligus Workshop “Kolaborasi untuk Keberlanjutan Upaya Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat” di Hotel Arcadia–Horison Surabaya, Rabu (19/11).

Agenda ini menjadi ajang untuk memaparkan capaian program selama dua tahun terakhir sekaligus meminta masukan dari berbagai pihak menjelang proses serah terima program.

GNI, organisasi nirlaba afiliasi Good Neighbors International, telah bekerja di Surabaya selama 13 tahun sejak 2012.

Berbagai program penguatan perlindungan anak, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi dijalankan terutama di wilayah Semampir dan Kelurahan Wonokusumo. Dengan lebih dari 700 anak sponsor sebagai penerima manfaat langsung.

Cicik Sri Rejeki, Community Development Project (CDP) Manager GNI Surabaya, mengatakan pertemuan ini bagian dari komitmen GNI menjaga prinsip transparansi dan akuntabilitas.

“Ini bukan sekadar laporan tahunan. Kami ingin semua yang kami kerjakan benar-benar diketahui pemerintah, masyarakat, kampus, dan mitra lainnya. Yang baik silakan diteruskan, yang kurang bisa dilengkapi,” ujar Cicik.

Ia menegaskan, dampingan GNI tidak hanya menyasar anak sponsor, tetapi juga masyarakat sekitar.

“Efek positifnya tidak berhenti di Wonokusumo saja, tapi merembet ke Sidotopo, Pegirian, Ampel. Kami ingin kontribusi GNI berlanjut di empat kelurahan lain di Semampir,” katanya.

Dalam bidang kesehatan, GNI pernah menjalankan program pengurangan stunting melalui Global Designated Fund pada 2022–2023 yang menjangkau 94 penerima manfaat di Kenjeran.

Di bidang ekonomi, GNI juga mengembangkan innovation challenge untuk penguatan kampung produk unggulan di 31 kecamatan di Surabaya.

Aldi, Manager Monitoring, Evaluation, Learning, and Accountability GNI Pusat, menegaskan dua fokus utama pertemuan tahun ini.

“Pertama, menyampaikan apa yang sudah kami lakukan sebagai bentuk akuntabilitas ke publik. Kedua, mendapatkan input desain keberlanjutan setelah pendampingan GNI berakhir,” ujarnya.

Menurutnya, masukan dari pemerintah, akademisi, dan komunitas, sangat penting untuk memastikan sektor kesehatan, ekonomi, dan perlindungan anak tetap berjalan, meski GNI tak lagi terlibat penuh.

GNI berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar masyarakat memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menjaga kualitas kesejahteraan secara mandiri.

“Kami berharap makin banyak pihak mau bersinergi untuk keberlanjutan layanan terbaik bagi anak-anak dan masyarakat Semampir serta Surabaya secara luas,” pungkas Cicik. AMan


 

95

Baca Lainnya