SURABAYA | klikku.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatat prestasi di tingkat nasional.
Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan Penghargaan Pariwara Antikorupsi 2025 kategori media konvensional kepada Pemprov Jatim sebagai peringkat pertama.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, apresiasi tersebut menjadi pengingat sekaligus pemacu agar seluruh aparatur di lingkup Pemprov terus bekerja secara transparan dan akuntabel.
“Ini bukan sekadar penghargaan. Ini pemacu agar budaya integritas semakin kuat di setiap lini pelayanan publik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/12).
Penghargaan itu diserahkan pada Puncak Apresiasi Pariwara Antikorupsi dan Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2025 di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 28 November lalu. DKI Jakarta menempati posisi kedua, disusul Kabupaten Demak di peringkat ketiga.
KPK menilai Pemprov Jatim konsisten mengarusutamakan kampanye integritas melalui strategi yang luas dan terukur.
Untuk media konvensional, materi kampanye ditayangkan di videotron strategis, seperti Bundaran Waru, Bundaran Aloha, dan Jalan Ahmad Yani. Publikasi juga diperkuat melalui radio, baliho, poster, spanduk, hingga media luar ruang lainnya.
Di ranah digital, pesan antikorupsi disebarkan lewat media sosial resmi, portal berita, situs web, hingga video kreatif yang mencatat tingkat keterlibatan cukup tinggi.
Tak hanya itu, Pemprov juga aktif menggelar edukasi tatap muka, termasuk Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi ASN dan pencanangan 400 Patriot Integritas Muda di seluruh Jawa Timur.
KPK mencatat, kampanye videotron Pemprov Jatim menjangkau lebih dari 227 ribu orang per hari sepanjang Juli–September 2025.
Khofifah menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa berdiri sendiri. Perlu tata kelola yang kuat dan pelibatan luas masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh OPD, pemerintah kabupaten/kota, mitra media, dan para pelaku kreatif. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar nilai integritas makin mengakar di Jawa Timur,” pungkasnya. Nughie
