Pendidikan Peristiwa

Rabu, 24 Desember 2025 - 14:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Hadir di Bireuen, Dapur PMBA Unusa Jadi Ruang Aman Gizi dan Pemulihan Korban Pascabencana

BIREUEN, ACEH | klikku.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menghadirkan Dapur Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) di Gampong Pantee Lhong, Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai upaya memperkuat perlindungan kelompok rentan pascabencana.

Program ini menyasar bayi, anak-anak, ibu hamil dan menyusui, lansia, serta penyandang disabilitas yang kerap berada pada posisi paling terdampak saat krisis.

Dapur PMBA merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Unusa yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen. Fokusnya tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga penguatan layanan kesehatan dasar dan praktik sanitasi yang layak di tingkat komunitas.

Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek melalui Dirjen Riset dan Pengembangan.

Dukungan tersebut menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret bagi persoalan kemanusiaan.

Ketua LPPM Unusa, Achmad Syafiuddin, menegaskan bahwa dapur PMBA dirancang sebagai ruang aman bagi ibu dan anak.

“Dalam situasi bencana, kelompok rentan sering kali terpinggirkan. Melalui Dapur PMBA, kami ingin memastikan hak dasar mereka—terutama gizi dan kesehatan—tetap terpenuhi secara layak dan bermartabat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang diterapkan bersifat komprehensif dan berkelanjutan. Selain membangun sarana fisik, tim Unusa melakukan edukasi gizi dan kesehatan, pendampingan praktik pemberian makanan bayi dan anak, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal agar mampu mengelola program secara mandiri.

“Dapur PMBA tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga menjadi pusat edukasi, interaksi sosial, dan pemulihan psikologis, khususnya bagi ibu dan anak,” tambah Syafiuddin yang juga Ketua Center for Environmental Health of Pesantren (CEHP) Unusa.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat menjadi kunci keberlanjutan program. Ke depan, Unusa berharap model Dapur PMBA di Bireuen dapat direplikasi di wilayah lain yang rawan bencana. Sehingga perlindungan kelompok rentan dapat berjalan lebih sistematis, inklusif, dan berdampak luas. AMan


 

162

Baca Lainnya