SURABAYA | klikku.id– Mengawali tahun 2026, BKKBN Jawa Timur langsung mengirim pesan kuat, yakni bekerja bukan sekadar rutinitas. Tetapi juga pengabdian sosial.
Pesan itu ditegaskan lewat kegiatan ASN Peduli Berbagi yang digelar di Kantor Tim Kerja Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi Kemendukbangga/BKKBN Jatim, Senin (5/1). Dimana kegiatan ini juga dirangkai dengan penyerahan Surat Keputusan Kelompok Kerja Ngopi Bangga Kencana dan Pijar.
Sejak pagi, suasana kantor di Jalan Kalibokor Timur Surabaya tampak lebih hidup. Ratusan ASN hadir bukan hanya untuk seremoni. Tetapi membawa semangat baru memasuki tahun kerja yang penuh tantangan.
Plh Kepala Kemendukbangga/BKKBN perwakilan Jawa Timur Sukamto menegaskan, awal tahun harus dimanfaatkan untuk mengencangkan kembali disiplin dan kinerja aparatur.
Ia meminta seluruh ASN lebih fokus menjalankan program prioritas, terutama yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Program yang baik tidak akan berhasil tanpa konsistensi dan integritas pelaksananya. ASN harus menjadi teladan, baik dalam bekerja maupun melayani,” ujarnya.
Tahun ini, BKKBN Jatim juga memperluas langkah dengan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga internasional, guna mendukung program makan bergizi gratis.
Sukamto menekankan pentingnya basis data keluarga yang akurat sebagai penentu kebijakan. Karena itu, pemutakhiran data keluarga menjadi agenda mendesak.
Selain itu, BKKBN Jatim menyiapkan penyatuan peran kader di lapangan menjadi Kader Pendamping Keluarga. Skema ini diharapkan membuat pendampingan keluarga lebih terkoordinasi dan efektif dalam mendukung Program Bangga Kencana.
Persoalan stunting masih menjadi sorotan. Meski prevalensi stunting Jawa Timur berada di bawah rata-rata nasional, sejumlah daerah masih mencatat angka tinggi. Sukamto menyebut kondisi ini sebagai alarm agar intervensi tidak kendor.
Sebagai wujud kepedulian nyata, kegiatan ASN Peduli Berbagi diisi dengan penyaluran bantuan kepada keluarga berisiko stunting. BKKBN Jatim ingin memastikan, kehadiran ASN benar-benar dirasakan masyarakat.
Dengan mengawali 2026 lewat kerja sosial dan penguatan internal, BKKBN Jawa Timur optimistis mampu menjaga ritme kerja, memperkuat sinergi, dan berkontribusi nyata bagi kualitas generasi masa depan. AMan
