Pendidikan Teknologi IT

Rabu, 14 Januari 2026 - 15:29 WIB

4 bulan yang lalu

logo

Siapkan Dana Riset Rp 83 Miliar, ITS Perkuat Publikasi Menuju Top 300 Perguruan Tinggi Dunia

SURABAYA | klikku.id – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menegaskan langkah serius menuju target Top 300 perguruan tinggi dunia.

Salah satu strateginya adalah penguatan riset dan publikasi internasional melalui program Strategic Research Grant (SRG) 2026 yang baru saja dirumuskan dalam rapat pimpinan.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MSc.Eng., Ph.D., mengatakan bahwa SRG 2026 disiapkan sebagai skema hibah riset non-kompetisi berbasis kinerja dosen. Skema ini diarahkan pada kesiapan peneliti menghasilkan riset berkualitas sekaligus meningkatkan H-Index.

“SRG 2026 diarahkan menghasilkan luaran riset yang terukur dan berdampak, tidak tersebar seperti hibah konvensional yang berbasis kompetisi,” tegasnya.

Program ini menargetkan penguatan kualitas riset, produktivitas ilmiah, kemitraan riset kolaboratif, hingga regenerasi peneliti. ITS menargetkan 1.186 proposal dapat selesai direview hingga akhir Januari sebelum memasuki tahap pencairan dana.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Kealumnian ITS Prof. Agus Muhamad Hatta, ST., M.Si., Ph.D., mengungkapkan bahwa anggaran sebesar Rp 83 miliar telah disiapkan untuk mendukung implementasi SRG 2026.

Dana riset dibagi dalam empat tipe pendanaan:

  • Tipe A Rp 30 juta dengan target artikel Scopus Q4,
  • Tipe B Rp 40 juta dengan target Scopus Q3,
  • Tipe C Rp 50 juta dengan target Scopus Q2 serta rekomendasi kolaborasi industri,
  • Tipe D Rp 100 juta dengan target satu artikel Scopus Q1.

Hatta menambahkan, kinerja riset ITS secara nasional berada pada posisi kuat. Pada 2025, ITS berada di peringkat kedua nasional untuk jumlah proposal Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA) yang didanai, sebanyak 254 proposal.

“ITS juga meraih Gold Winner Anugerah Diktisaintek 2025 pada subkategori Skor Penelitian Tertinggi,” ujarnya.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS, Fadlilatul Taufany, ST., Ph.D., menilai masih ada pekerjaan rumah untuk mencapai visi global ITS.

Tantangan tersebut antara lain masih adanya 157 dosen tanpa H-Index, sitasi publikasi ITS yang berada di posisi keempat di antara PTN-BH, serta kebutuhan dukungan lebih besar bagi dosen S2.

Untuk menjawab itu, DRPM menyiapkan pendampingan mulai pelatihan penulisan proposal, pelatihan artikel ilmiah, akses Editage Plus, hingga layanan proofreading agar dosen siap menembus jurnal bereputasi. Taufany optimistis program ini akan berdampak signifikan.

“Program ini merupakan instrumen strategi yang baik untuk meningkatkan kualitas publikasi dosen dan memperkuat reputasi riset ITS,” ujarnya.

ITS menegaskan bahwa penguatan riset ini juga sejalan dengan komitmen mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pendidikan berkualitas dan kemitraan global. AMan


 

191

Baca Lainnya