Ekonomi Bisnis

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:34 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Langkah Optimis PT Sinergi Gula Nusantara dalam Akselerasi Swasembada Gula Nasional 

SURABAYA | klikku.id – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan Media Gathering bersama rekanan media partner berskala nasional di Surabaya pada Kamis (12/3) malam.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat hubungan kemitraan antara perusahaan dan insan pers sekaligus memperkuat komunikasi terkait perkembangan industri gula nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Sekretariat Perusahaan PT SGN beserta seluruh jajaran, serta diikuti oleh media nasional yang selama ini menjadi mitra perusahaan dalam menyampaikan berbagai informasi terkait industri gula kepada publik.

Dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan, agenda ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum diskusi terbuka mengenai perkembangan terkini industri gula yang dikelola PT SGN serta berbagai langkah strategis perusahaan dalam mendukung percepatan program swasembada gula nasional.

Dalam kesempatan yang sama, PT Sinergi Gula Nusantara juga memaparkan perkembangan terbaru terkait langkah strategis perusahaan dalam memperkuat struktur industri gula nasional. Salah satu agenda Optimisme SGN dalam Swasembada Gula Nasional 2026.

Kepala Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara, Yunianta, menyampaikan bahwa SGN terus berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait terutama beberapa kebijakan pemerintah melalui CPCL.

“Tahun ini kami masih memiliki optimisme karena ada program bantuan dari pemerintah seperti bongkar ratoon tebu dan program Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) yang diharapkan dapat menaikkan jumlah tebu dengan target giling 14,5 juta ton. Kami juga berharap ada margin positif tahun ini ada laba usaha kotor Rp1 triliun dan laba sebelum pajak Rp493 miliar,” ujar Yunianta.

Namun demikian, tantangan baru juga mulai muncul pada 2026, terutama terkait dampak geopolitik global. Yunianta menyebut konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar dan bahan baku industri.

“Kita mulai mitigasi tantangan, salah satunya dampak perang Iran. Akibat perang, BBM semakin langka dan harganya juga naik. Sementara kita masih menggunakan BBM, terutama solar,” jelasnya.

Selain bahan bakar, kenaikan harga bahan baku plastik juga menjadi perhatian karena digunakan untuk kebutuhan pengemasan gula. Kenaikan harga biji plastik dinilai dapat meningkatkan biaya produksi perusahaan.

Sebagai langkah antisipasi, SGN menyiapkan mekanisme kontrak pembelian bahan bakar dan bahan baku sejak awal tahun. “Kita menyiapkan mekanisme berkontrak di awal tahun, baik untuk BBM maupun bahan baku seperti plastik,” kata Yunianta.

PT Sinergi Gula Nusantara berharap hubungan kemitraan dengan seluruh sector dapat semakin kuat dan produktif, serta menjadi bagian penting dalam mengawal transparansi informasi sekaligus mendukung percepatan terwujudnya swasembada gula sebagai bagian dari ketahanan pangan nasional. Ryo


 

94

Baca Lainnya