Bangkalan | klikku.id — Penanganan tumpahan solar dan oli di ruas jalan selatan Kota Bangkalan terus diperluas. Setelah proses pembersihan awal dilakukan Satpol PP dan Damkar, penanganan kini didorong melibatkan lintas instansi agar kondisi jalan benar-benar aman dan tidak kembali memicu kecelakaan.
Kasatpol PP Bangkalan, Moh Hasbullah, menegaskan penanganan ideal terhadap tumpahan cairan berbahaya di jalan tidak bisa hanya dibebankan kepada Satpol PP semata, melainkan harus menjadi kerja bersama seluruh instansi sesuai tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
“Jangan Satpol PP saja. Memang idealnya begitu, semua terlibat sesuai tupoksinya,” ujar Hasbullah, Sabtu (3/5/2026).
Menurutnya, koordinasi lintas sektor telah mulai dijalankan. Satpol PP mengaku telah berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan guna mendorong penanganan lanjutan, termasuk pengamanan lalu lintas dan penambahan rambu-rambu peringatan di sekitar titik jalan licin.
Hasbullah menyebut, pihaknya telah menyarankan agar petugas ditempatkan di kedua sisi ruas jalan terdampak untuk memberi peringatan langsung kepada pengendara agar menurunkan kecepatan sebelum memasuki titik rawan.
“Tadi sudah komunikasi, dan saya menyarankan ada petugas di kedua sisi serta penambahan rambu-rambu untuk memberikan peringatan kepada para pengendara,” katanya.
Langkah tersebut dinilai mendesak mengingat laporan kecelakaan pengendara roda dua masih terus terjadi, terutama di jalur dari kawasan Gebang menuju selatan yang disebut masih rawan licin pada Sabtu pagi.
Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, menilai situasi tersebut menunjukkan bahwa penanganan tumpahan solar sudah masuk kategori mendesak karena jumlah korban terus bertambah bila penanganan tidak diperluas secara cepat dan menyeluruh. “Kalau jumlah korban benar, berarti ini sudah cukup urgen penanganannya,” ujar Anam.
Menanggapi hal itu, Hasbullah mengakui kondisi tersebut memang membutuhkan langkah lebih komprehensif. Selain penyiraman air dan campuran deterjen, ia menyebut metode ideal berikutnya adalah penaburan pasir di atas sisa tumpahan agar solar yang masih menempel dapat terserap sebelum kemudian dibersihkan kembali. “Memang idealnya lagi, habis disiram terus diberi pasir agar sisa-sisa solar lengket. Baru pasirnya dibersihkan,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengakui penanganan teknis tersebut membutuhkan dukungan sarana dan pembagian peran lintas instansi, sebab Damkar hanya memiliki kemampuan utama pada suplai air dan penyiraman. “Kalau Damkar adanya hanya air,” ujarnya.
Karena itu, Satpol PP juga telah menjalin komunikasi dengan Direktur PDAM Bangkalan untuk mendukung suplai air menggunakan mobil tangki, agar armada Damkar dapat difokuskan pada proses penyiraman di titik terdampak.
“Kita sudah komunikasi dengan Direktur PDAM. Nanti akan mensuplai air lewat mobil tangki mereka. Mobil Damkar fokus penyiraman agar lebih efektif dari sisi waktu,” kata Hasbullah.
Ia menegaskan percepatan penanganan menjadi kunci utama untuk menekan potensi korban lanjutan di lapangan. “Semakin cepat tertangani, akan semakin kecil potensi jatuh korban selanjutnya, atau pake serbuk kayu dari soumile akan lebih efektif lagi. Alhamdulilah ada kepeduliamn dari warga ngasi pasir di area yang ketumpahan solar,” kata Hasbullah menyampaikan keterangannya.
Selain itu, Hasbullah juga menyoroti pentingnya kehadiran petugas di lapangan sebagai langkah paling vital dalam kondisi darurat semacam ini. Menurutnya, selama pengendara dipaksa menurunkan kecepatan melalui pengondisian lapangan, potensi kecelakaan masih bisa ditekan. “Yang terpenting lagi harus ada petugas. Kalau kecepatan rendah, aman,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa ruas jalan terdampak merupakan jalur nasional, sehingga penanganannya idealnya turut melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi sebagai bagian dari otoritas yang memiliki kewenangan pada jalur tersebut.
Dengan demikian, penanganan tumpahan solar di Bangkalan kini tidak lagi hanya bertumpu pada penyiraman darurat, melainkan mulai diarahkan menjadi penanganan terpadu berbasis kolaborasi lintas instansi, mulai dari Satpol PP, Damkar, Dishub, Satlantas, PDAM hingga instansi tingkat provinsi demi mempercepat pemulihan kondisi jalan dan mencegah bertambahnya korban. (red)
