SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (DPC APTRINDO) Kota Surabaya untuk meningkatkan kelancaran arus logistik di Jawa Timur.
Dalam forum dialog yang digelar di Kantor Terminal Teluk Lamong, kedua pihak membahas sejumlah isu operasional, mulai pola kedatangan truk, kepadatan kendaraan pada jam-jam tertentu, hingga upaya meningkatkan efisiensi layanan terminal.
Direktur Utama TTL, David P. Sirait, mengatakan APTRINDO merupakan mitra strategis dalam rantai pasok nasional. Karena itu, masukan dari pelaku usaha angkutan truk menjadi bagian penting dalam pengembangan layanan terminal.
“Peningkatan kinerja logistik hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak dalam ekosistem pelabuhan,” ujarnya.
David menjelaskan, kapasitas Terminal Teluk Lamong masih memadai untuk mendukung pertumbuhan arus barang. Terminal memiliki kapasitas penumpukan hingga 1,4 juta TEUs per tahun, didukung fasilitas gate modern dan peralatan bongkar muat berbasis otomasi.
Namun, menurutnya, tantangan utama saat ini bukan pada kapasitas terminal, melainkan pola kedatangan kendaraan yang belum merata.
Sejak Maret 2026, TTL telah menerapkan Terminal Booking System (TBS) Stage 2 yang mengatur kedatangan truk berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam. Sistem ini dirancang untuk mengurangi antrean dan meningkatkan kepastian layanan.
Meski demikian, tingkat kepatuhan pengguna jasa terhadap jadwal yang telah dipesan masih sekitar 33 persen. Sebagian besar kendaraan masih datang lebih cepat atau lebih lambat dari slot yang dipilih sehingga memicu penumpukan pada waktu tertentu.
Ketua DPC APTRINDO Surabaya, I Wayan Sumadita, mengapresiasi keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan dari pelaku usaha trucking.
Ia menegaskan APTRINDO siap mendukung peningkatan disiplin operasional anggotanya agar manfaat TBS dapat dirasakan secara optimal.
Selain itu, APTRINDO juga mengusulkan sejumlah perbaikan, seperti kajian jalur khusus kontainer reefer, pengembangan buffer area, serta peningkatan koordinasi terkait ketersediaan kontainer kosong.
Melalui forum tersebut, TTL dan APTRINDO sepakat memperkuat komunikasi dan koordinasi berkelanjutan guna menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, andal, dan berdaya saing. AM@n
