Daerah Kasuistika

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:20 WIB

4 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok gambar foto ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Sejumlah 84 Siswa Diduga Alami Keracunan Usai Konsumsi MBG di Kokop Bangkalan

BANGKALAN | klikku.id – Puluhan siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi menu makan siang yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kokop Dupok, Kamis (4/6/2026).

Berdasarkan data sementara yang dihimpun Tim Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, sebanyak 84 siswa tercatat menjalani pemeriksaan dan penanganan medis di Puskesmas Kokop setelah mengeluhkan sejumlah gejala yang diduga berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi.

Kasatgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, membenarkan adanya laporan tersebut. Menurutnya, seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan dari tim medis dan kondisi mereka terus dipantau.

“Memang ada laporan yang masuk kepada kami. Sebanyak 84 siswa yang kami data menjalani pemeriksaan di Puskesmas Kokop. Mereka merupakan penerima manfaat dari SPPG Kokop Dupok,” ujar Bambang saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, para siswa yang mengalami keluhan berasal dari berbagai jenjang pendidikan yang menjadi sasaran Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan awal, para siswa mengeluhkan gejala berupa pusing, mual, hingga muntah setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari nasi putih, sate ayam, acar, tempe goreng, dan buah semangka.

“Keluhan yang paling banyak disampaikan adalah pusing, mual-mual, dan muntah,” jelasnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Gerak Cepat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Kokop langsung melakukan penanganan medis serta pendataan terhadap seluruh siswa yang mengalami gejala.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan yang diduga dikonsumsi para siswa untuk dilakukan pengujian laboratorium. Langkah investigasi epidemiologi juga tengah dilakukan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.

“Tim Dinas Kesehatan sudah mengambil sampel menu MBG untuk diuji di laboratorium. Selain itu juga dilakukan investigasi epidemiologi untuk mengetahui faktor penyebab kasus ini,” terang Bambang.

Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan laboratorium maupun investigasi epidemiologi masih belum keluar. Karena itu, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa belum dapat dipastikan.

Pihak Satgas MBG, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait saat ini masih melakukan pendalaman guna memastikan apakah gejala yang dialami para siswa berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain yang mempengaruhi.

Atas dasar asas praduga tidak bersalah, media ini belum dapat menyimpulkan adanya kelalaian maupun pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil investigasi resmi dan uji laboratorium diumumkan oleh instansi berwenang.

Perkembangan kasus ini akan terus dipantau seiring proses pemeriksaan yang masih berlangsung.

#Anam

24

Baca Lainnya