Daerah Kesehatan

Rabu, 10 Juni 2026 - 01:46 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Dok gambar foto ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Dok gambar foto ist Anam klikku.id Biro Bangkalan.

Puskesmas Modung Bangkalan Gencarkan Skrining TB, Libatkan 132 Warga dalam Program SSTB

BANGKALAN | klikku.id – Upaya pencegahan dan penanganan Tuberkulosis (TB) terus diperkuat oleh Puskesmas Modung di tengah tingginya angka kasus TB di Indonesia. Berdasarkan data nasional, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia, dengan lebih dari satu juta kasus dan ribuan kematian akibat penyakit tersebut setiap tahunnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka penyebaran TB, Puskesmas Modung bekerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI) menggelar kegiatan Sistem Skrining Tuberkulosis (SSTB) di Balai Desa Pakong, Kecamatan Modung.

Kepala Puskesmas Modung, drg. Titin Trisnowati, menjelaskan bahwa kegiatan skrining aktif di masyarakat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan penemuan kasus TB sekaligus menekan laju penyebaran penyakit tersebut.

“Dengan adanya pencegahan dan skrining yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat, diharapkan angka penemuan kasus TB meningkat sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penularan bisa ditekan,” ujarnya.

Menurut drg. Titin, tantangan pengendalian TB di wilayah kerja Puskesmas Modung cukup kompleks. Karakteristik masyarakat yang banyak merantau dan kembali ke kampung halaman membuat mobilitas penduduk sangat tinggi, sehingga berpotensi mempercepat penyebaran penyakit apabila tidak dilakukan deteksi dini.

“Kondisi ini memungkinkan penularan TB terjadi lebih cepat apabila tidak dilakukan deteksi dan penanganan secara dini. Karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan secara masif dan sistematis,” tegasnya.

Dalam kegiatan SSTB tersebut, sebanyak 132 peserta mengikuti pemeriksaan dan skrining kesehatan. Menariknya, kegiatan tidak hanya berfokus pada deteksi TB paru, tetapi juga menghadirkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta pemeriksaan kesehatan mata yang dilakukan oleh tim EDC Klinik Mata Bangkalan.

Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh, termasuk mendeteksi penyakit lain yang mungkin diderita selain TB paru.

Kegiatan ini turut dihadiri unsur Muspika Kecamatan Modung serta Kepala Desa Pakong. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan lintas sektor dalam upaya memerangi TB dan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Melalui program SSTB, seluruh elemen masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap gejala penyakit, menerapkan pola hidup sehat, serta tidak ragu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TB.

Puskesmas Modung berharap skrining sistematis yang didukung teknologi portable X-ray mampu mempercepat penemuan kasus TB di masyarakat. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan efektif sehingga target mewujudkan masyarakat Kecamatan Modung yang sehat dan bebas tuberkulosis pada tahun 2028 dapat tercapai.

“Semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan pasien dan semakin kecil risiko penularan di lingkungan sekitar. Ini menjadi kunci dalam mewujudkan Kecamatan Modung yang sehat dan bebas TB,” pungkas drg. Titin.

Reporter : #Anam

215

Baca Lainnya