BANGKALAN | klikku.id – Menyusul sorotan terhadap kondisi bangunan UPTD SDN Tanah Merah Laok 4 yang dinilai memerlukan perhatian serius, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, K.H Moch Musleh Bahri S.H., M.H, memberikan tanggapan terkait langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam menangani kerusakan sarana pendidikan.
Menurut Musleh, persoalan gedung sekolah rusak masih menjadi salah satu tantangan besar di Kabupaten Bangkalan. Tingginya jumlah sekolah yang mengalami kerusakan, baik kategori sedang maupun berat, membuat penanganan tidak dapat dilakukan secara bersamaan dalam waktu singkat.
“Salah satu permasalahan yang masih menjadi perhatian di Kabupaten Bangkalan adalah tingginya jumlah gedung sekolah yang mengalami kerusakan. Seluruhnya telah diusulkan ke Kemendikdasmen dan dimasukkan dalam Dapodik pusat,” ujar Musleh kepada klikku.id, Kamis (11/06).
Ia menjelaskan, keterbatasan kemampuan anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat maupun daerah menjadi kendala utama dalam percepatan revitalisasi dan rehabilitasi sarana pendidikan.
Menurutnya, meskipun belum dapat dituntaskan sekaligus, pemerintah tetap berharap setiap tahun terdapat pengurangan jumlah sekolah yang mengalami kerusakan melalui program pembangunan maupun revitalisasi yang tersedia.
Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan adanya renovasi atau pemeliharaan untuk SDN Tanah Merah Laok 4 pada Tahun Anggaran 2026, Musleh menjelaskan bahwa seluruh gedung sekolah yang mengalami kerusakan sedang dan berat telah dilaporkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Semua kerusakan sedang dan berat, ada sekitar 500 gedung sekolah yang telah dilaporkan ke Kemendikdasmen dan terdata dalam Dapodik. Kemendikdasmen nantinya yang akan menentukan sekolah mana yang mendapatkan dana revitalisasi,” jelasnya.
Musleh mencontohkan, beberapa waktu lalu terdapat sekolah di Kabupaten Bangkalan yang berhasil memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat, di antaranya SDN Kajuanak 3 dan SDN Tlagah.
Namun demikian, ia mengakui masih banyak sekolah dengan kondisi rusak berat yang belum dapat terakomodasi dalam anggaran APBD maupun APBN Tahun 2026.
“Beberapa sekolah yang rusak berat memang masih banyak yang belum bisa tercover seluruhnya dalam anggaran APBD maupun APBN tahun 2026,” tambahnya.
Terkait kondisi SDN Tanah Merah Laok 4 yang belakangan menjadi perhatian publik karena sejumlah bagian bangunannya terlihat mulai lapuk dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan siswa maupun guru, Musleh menyarankan agar data teknis dan status usulan sekolah tersebut dikonfirmasi lebih lanjut kepada Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan.
Sebelumnya, kondisi SDN Tanah Merah Laok 4 mendapat sorotan setelah muncul laporan mengenai kerusakan pada sejumlah bagian bangunan sekolah yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar-mengajar. Pihak sekolah dan masyarakat berharap adanya perhatian serta langkah konkret dari pemerintah agar risiko terhadap keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik dapat diminimalisasi.
Reporter: Anam | klikku.id
