SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha logistik guna meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan di Jawa Timur.
Upaya tersebut diwujudkan melalui forum diskusi bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Jawa Timur yang digelar di Surabaya.
Pertemuan tersebut menjadi sarana bertukar pandangan antara operator terminal dan pengguna jasa untuk membahas berbagai tantangan serta peluang pengembangan layanan logistik yang lebih kompetitif.
Dalam forum itu, manajemen TTL memaparkan sejumlah langkah transformasi yang telah diterapkan sepanjang 2026. Salah satunya adalah penerapan Truck Booking System (TBS) tahap kedua yang mengatur kedatangan truk berdasarkan slot waktu tertentu guna mengurangi antrean dan meningkatkan produktivitas operasional terminal.
Selain itu, TTL juga memperkenalkan fasilitas Green Shelter Waiting Area yang disiapkan bagi pengemudi truk. Area tunggu tersebut dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti tempat ibadah, klinik kesehatan, ruang induksi keselamatan, hingga area istirahat yang lebih nyaman.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong David P. Sirait mengatakan peningkatan kualitas layanan tidak dapat dilakukan secara sepihak. Menurutnya, masukan dari pengguna jasa menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengembangan layanan terminal.
“Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menciptakan layanan logistik yang semakin efisien dan berdaya saing,” ujarnya.
Sepanjang 2025, TTL mencatat arus petikemas konsolidasi mencapai 2,19 juta TEUs. Capaian tersebut menunjukkan tingginya aktivitas logistik yang dilayani terminal sekaligus memperkuat posisi Teluk Lamong sebagai salah satu simpul distribusi penting di kawasan Indonesia Timur.
Dalam sesi diskusi, ALFI/ILFA Jawa Timur menyampaikan sejumlah usulan perbaikan layanan. Beberapa di antaranya terkait pengaturan slot kedatangan truk, pengembangan sistem notifikasi bagi pengguna jasa, penyampaian informasi kapasitas lapangan penumpukan secara berkala, hingga percepatan proses pemeriksaan barang impor.
Ketua DPW ALFI/ILFA Jawa Timur Sebastian Wibisono menilai komunikasi terbuka antara operator terminal dan pelaku usaha logistik sangat diperlukan untuk menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai inovasi yang telah dijalankan TTL menunjukkan komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi rantai pasok. Ia berharap forum serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar setiap kendala operasional dapat segera dicarikan solusi bersama.
Melalui sinergi yang lebih kuat antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha, ekosistem logistik Jawa Timur diharapkan semakin tangguh dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. AM@n
