Ekonomi Bisnis

Senin, 22 Juni 2026 - 20:34 WIB

20 jam yang lalu

logo

BI Jatim Siapkan Lima Strategi untuk Jaga Stabilitas Ekonomi 2026

SURABAYA | klikku.id – Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas.

Langkah ini sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Ibrahim mengatakan, terdapat lima fokus kebijakan yang menjadi perhatian utama pada semester kedua 2026.

Langkah tersebut dirancang agar sektor keuangan dan perekonomian Jawa Timur tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan eksternal.

“Fokus kami adalah menjaga stabilitas sekaligus memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut,” ujar Ibrahim dalam Media Briefing 2026 di Kantor OJK Jawa Timur, Senin (22/6/2026).

Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah memperkuat efektivitas kebijakan moneter dan makroprudensial.

BI terus meningkatkan intervensi di pasar valuta asing melalui instrumen Non-Deliverable Forward (NDF) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

Selain itu, struktur suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) juga dijaga sejalan dengan BI Rate yang berada di level 5,75 persen.

Dari sisi perbankan, BI akan memberlakukan peningkatan Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN) menjadi 40 persen dari modal bank yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Selain menjaga stabilitas, BI juga mempercepat digitalisasi sistem pembayaran. Kebijakan kartu kredit dan tarif Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) diperpanjang hingga akhir tahun. Pl

Penguatan ekosistem digital juga dilakukan melalui perluasan penggunaan QRIS, termasuk transaksi lintas negara dan optimalisasi Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI).

“Digitalisasi menjadi salah satu kunci untuk memperkuat efisiensi dan memperluas akses layanan keuangan masyarakat,” kata Ibrahim.

BI juga mendorong pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing guna mendukung transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT).

Mulai Juli mendatang, batas pembelian valuta asing tanpa dokumen pendukung akan diturunkan menjadi USD10.000 per orang setiap bulan.

Di tingkat internasional, BI terus memperluas kerja sama pembayaran lintas batas dengan berbagai negara untuk memperkuat konektivitas ekonomi dan perdagangan.

Ibrahim optimistis, sinergi antara BI, OJK, pemerintah daerah, dan pelaku industri keuangan, mampu menjaga ketahanan ekonomi Jawa Timur.

“Sektor keuangan daerah masih memiliki fondasi yang kuat untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, di tengah dinamika global yang terus berubah,” pungkasnya. AM@n


 

13

Baca Lainnya