Surabaya | klikku.id – Aspek kemanusiaan tetap menjadi inti dari setiap kebijakan strategis, dalam dinamika manajemen talenta modern. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Binafita Merianti, S.Psi., seorang alumnus Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 1991.
Sebagai figur sentral dalam pengelolaan sumber daya manusia di industri properti papan atas, sosok yang akrab disapa Vita ini membuktikan, bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada kemampuan pemimpinnya dalam menyentuh sisi humanis setiap individu.
Saat ini, Vita mengemban amanah strategis sebagai General Manager Human Resources (GM HR) Talent and Performance Development di PT Agung Podomoro Land, Tbk.
Di tengah perubahan lanskap dunia kerja yang semakin kompetitif, ia memimpin orkestrasi besar dalam manajemen talenta, mulai dari rekrutmen pusat hingga pengembangan sistem kinerja yang terintegrasi.
Fokus utamanya adalah memastikan bahwa setiap bakat di dalam perusahaan, tidak hanya bekerja untuk mencapai target bisnis. Tetapi, juga menemukan ruang untuk bertumbuh secara profesional dan personal.
Keahliannya dalam menyusun kebijakan perusahaan dan membangun assessment center, menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan standar kerja yang transparan dan berkeadilan.
Baginya, posisi HR adalah mitra strategis yang menentukan arah budaya organisasi. Dengan latar belakang keilmuan psikologi dari UNAIR, ia mampu melihat melampaui angka-angka produktivitas. Yakni memahami kebutuhan dan aspirasi karyawan di berbagai tingkatan organisasi.
Kontribusi Vita tidak hanya berhenti di lingkup korporasi. Kepercayaan besar kini diletakkan di pundaknya sebagai Wakil Ketua 1 Apsilangga (Ikatan Alumni Psikologi Airlangga) periode 2025-2030.
Peran ini menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan almamater, serta membangun jaringan alumni yang solid.
Melalui posisi ini, ia berupaya membawa pengalaman profesionalnya di industri, untuk membantu para lulusan muda UNAIR dalam meniti karier dan mengembangkan potensi diri mereka di dunia kerja nyata.
Salah satu aspek yang paling menonjol dari kepemimpinan Vita, adalah caranya menangani isu-isu sensitif dalam hubungan industrial. Ia memandang bahwa setiap keputusan perusahaan, termasuk tantangan dalam melakukan efisiensi atau perubahan struktur, harus disampaikan dengan martabat dan rasa hormat.
“Ini bukan hanya perihal uang. Ini adalah bagaimana kita berkomunikasi dengan manusia. Dimana saya harus dapat menyampaikan keputusan perusahaan, dengan cara yang bisa pekerja terima,” ujarnya.
“Hal itu mengajarkan saya banyak hal tentang bagaimana berempati dan memahami orang lain,” tegasnya mengenai filosofi kerja yang dijalankannya.
Secara implisit, pendekatan ini menunjukkan kontribusinya dalam mendukung terciptanya lingkungan kerja yang layak dan menghargai hak asasi manusia.
Kebahagiaan terbesarnya adalah saat melihat sistem yang ia bangun mampu membantu orang lain mencapai kesuksesan dan kebahagiaan mereka sendiri.
Kesuksesan Vita dalam meniti karier hingga ke posisi puncak diakui sebagai buah dari didikan penuh idealisme di UNAIR.
Pengalaman selama masa kuliah, mulai dari mengasah kepercayaan diri di depan publik hingga memahami dinamika sosial, menjadi fondasi kuat yang membentuk karakternya.
Ia senantiasa mengingat bahwa berpikir positif dan keyakinan diri adalah kunci untuk mewujudkan setiap mimpi.
Pesan yang selalu ia bawa bagi mahasiswa dan rekan sesama alumni adalah pentingnya meninggalkan jejak kebaikan melalui setiap karya yang dilakukan.
Dengan terus berkontribusi bagi masyarakat dan sektor profesional, Binafita Merianti membuktikan bahwa alumni UNAIR memiliki kapasitas untuk menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif dan berkelanjutan bagi bangsa Indonesia. AM@n
