SURABAYA | klikku.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat sinergi dengan berbagai instansi dalam upaya mencegah peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar (TSL) melalui Pelabuhan Tanjung Perak.
Komitmen tersebut ditegaskan saat TPS menjadi narasumber dalam kegiatan praktik lapang School of Environmental Conservation and Environment Services Management (SECESM) 2026 yang digelar di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak.
Sebagai salah satu simpul utama logistik nasional, TPS berperan mendukung pengawasan arus barang ekspor-impor melalui sistem operasional yang terintegrasi.
Dalam ekosistem kepelabuhanan, pengawasan dilakukan bersama sejumlah instansi, mulai KSOP, Bea dan Cukai, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA), hingga aparat penegak hukum.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menjelaskan bahwa TPS tidak menjalankan fungsi penegakan hukum, melainkan menyediakan dukungan operasional agar proses pengawasan berjalan efektif.
“TPS sebagai operator terminal petikemas memiliki posisi strategis dalam rantai logistik. Kami berkomitmen mendukung instansi terkait melalui penyediaan sistem, fasilitas, dan proses operasional yang terintegrasi guna memastikan pengawasan berjalan optimal sekaligus mendukung perlindungan sumber daya alam hayati Indonesia,” ujarnya.
Menurut Erika, TPS menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti sistem pelacakan petikemas, area inspeksi bersama, Container Freight Station (CFS), hingga sistem monitoring yang memungkinkan proses pemeriksaan dilakukan secara lebih efektif dan terukur.
Dalam praktiknya, pengawasan terhadap potensi penyelundupan dilakukan melalui analisis risiko, pemeriksaan dokumen, hingga informasi intelijen. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, petikemas dapat ditahan sementara sebelum dilakukan pemeriksaan fisik bersama oleh instansi terkait.
Pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar dinilai semakin penting mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.
Selain melindungi spesies yang dilindungi dari ancaman kepunahan, pengawasan juga diperlukan untuk mencegah penyebaran penyakit, hama, serta kerugian ekonomi akibat perdagangan ilegal.
Melalui penguatan kolaborasi antarinstansi, integrasi sistem, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, TPS berharap pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak semakin efektif.
Sehingga pelabuhan tidak hanya menjadi pusat aktivitas logistik, tetapi juga garda terdepan dalam perlindungan lingkungan dan penegakan hukum. AM@n
