Daerah Hallo Polisi

Selasa, 20 April 2021 - 13:36 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Jelang Perayaan Idul Fitri, Kapolda Jatim Minta Anggota Perkuat Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi

Blitar | klikku.net – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta melakukan kunjungan kerja di Mapolres Blitar, untuk memberikan arahan terkait kegiatan selama bukan Ramadhan dan jelang perayaan Idul Fitri, Selasa (20/4/2021).

Dalam kesempatan ini, Kapolda meminta jajarannya beradaptasi dengan perubahan dunia yang sangat cepat. “Saat ini sudah era teknologi 4.0. Dan kita di Indonesia pasti mengalami perubahan. Oleh karena itu, penting bagi kita melaksanakan Tugas Wewenang dan Tanggung jawab (TWT) dengan baik,” ujarnya.

“Saya minta mulai Wakapolres, Kabag, Kasat, Kasi, mempunyai tugas wewenang tanggung jawab (TWT). Jika anggota bekerja dengan baik, maka organisasi akan berjalan dengan baik,” tambahnya.

Kapolda meminta jajarannya untuk selalu membuat perencanaan program kerja. Salah satunya dalam penanganan Covid-19 di Blitar yang kasusnya masih cukup tinggi.

“Sebentar lagi menyambut perayaan Idul Fitri. Saya minta agar seluruh Kapolsek dan Kasat, dipimpin Pak Kapolres, meningkatkan pelaksanaan operasi, serta menyiapkan tempat untuk karantina. Lalu membuat surat kepada satgas Covid-19 Provinsi, terkait ke dalam anggaran maupun rumah sakit rujukan,” ungkapnya.

Kapolda juga berpesan agar semua Kapolres, Kapolsek, serta bhabinkamtibmas dan Satgas Covid-19 memiliki grup WA untuk koordinasi dan komunikasi yang baik. “Seperti Polda Jatim dengan Dinkes Provinsi dan Satgas Covid-19 Provinsi, punya WA grup dengan pak Pangdam dan Ibu Gubernur,” ujarnya.

Selain itu, Vaksinasi menjadi bagian penting dalam pencegahan penyebaran Covid-19. “Masih banyak orang yang meninggal karena Covid-19. Sehingga harus menerapkan prokes Khusus untuk lebaran. Lakukan kamtibmas, menghimbau melalui tokoh masyarakat dan tokoh adat, untuk mencegah orang datang balik ke Blitar, “paparnya.

Apalagi menurut data yang dihimpun Polres Blitar, sebagian besar warga Blitar bekerja di luar kota.

“Jadi betul-betul diseriusi upaya melalui saudara-saudaranya. Di sini itu mencegah. Caranya setiap kepala desa, kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, melarang orang untuk pulang di awal seperti sekarang ini. Lalu menyiapkan tempat karantina. Kalau sampai bobol, datang di karantina dulu. Baru dipastikan di swab. Ini disosialisasikan dan disepakati,” tambahnya.

Terkait dengan isu Terorisme. Kapolda mengimbau untuk melakukan Moderasi. Dengan mengubah cara pandang dan pola pikir masyarakat untuk menerima kebinekaan. “Hal ini sesuai dengan keinginan bapak proklamator kita, Bung Karno, yang dimakamkan di sini,” ungkapnya.

“Bahwa Indonesia adalah Pancasila, dan Pancasila adalah Indonesia. Jadi nilai-nilainya sudah jelas. Kalau ada orang yang belum sama, belum berpemahaman yang sama. Tugas kita untuk menyampaikan,” jelasnya

Terakhir, Kapolda berpesan agat menjaga lomunikasi, koordinasi dan kolaborasi yang baik antar anggota, “Jika ingin berhasil dalam menjalankan program TWT, ya itu kuncinya, Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi,” pungkas Jendral asli Suroboyo ini. (M Faaza) 


Editor: Joe Meito

82

Baca Lainnya