SURABAYA | klikku.id – Dunia pendidikan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori, tetapi juga mampu memahami realitas di lapangan. Karena itu, langkah tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Hukum dan Syari’ah Institut Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan yang melakukan kunjungan akademik ke BSI KCP Surabaya Mulyosari patut diapresiasi sebagai bentuk pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kunjungan yang diikuti Adzikrulloh, Ahmad Maulana Malaik, dan Syamsuri tersebut menjadi contoh bahwa proses belajar tidak berhenti di ruang kelas. Dengan didampingi dosen pembimbing, A. Taufiq Buhari, M.EI., para mahasiswa memperoleh kesempatan menyaksikan secara langsung bagaimana teori ekonomi dan perbankan syariah diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Pendekatan pembelajaran seperti ini memiliki nilai strategis. Mahasiswa tidak hanya memahami konsep akad, penghimpunan dana, pembiayaan, maupun layanan digital dari sisi akademik, tetapi juga melihat bagaimana prinsip-prinsip syariah dijalankan dalam pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman lapangan semacam ini akan membentuk cara berpikir yang lebih kritis sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Sambutan positif dari Branch Operation and Service Manager (BOSM) BSI KCP Surabaya Mulyosari, Vicky Dwi Maiyanto, menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri merupakan kebutuhan bersama. Industri membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, sementara kampus memerlukan mitra untuk memperkaya proses pembelajaran mahasiswa.
Melalui sesi wawancara bersama Customer Service, Siti Anisatul Khoiriyah, mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai pentingnya pelayanan prima dalam industri perbankan syariah. Hal ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan lembaga keuangan tidak hanya ditentukan oleh produk yang ditawarkan, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, profesionalisme, integritas, dan komitmen menjalankan prinsip-prinsip syariah.
Pengakuan para mahasiswa bahwa kunjungan tersebut memberikan wawasan baru menunjukkan pentingnya metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Ketika teori bertemu praktik, mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara tekstual, tetapi juga mampu menganalisis tantangan, peluang, dan dinamika yang dihadapi industri keuangan syariah saat ini.
Pada akhirnya, kegiatan seperti ini seharusnya tidak dipandang sekadar sebagai agenda akademik rutin. Lebih dari itu, kunjungan lapangan merupakan investasi pendidikan yang mampu melahirkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan memiliki kesiapan profesional. Semakin kuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perbankan syariah, semakin besar pula peluang terciptanya sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Indonesia.
#Anam KLIKKU.ID
