Daerah Kesehatan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:27 WIB

3 bulan yang lalu

logo

Dok gambar berita ist KLIKKU.ID Surabaya.

Dok gambar berita ist KLIKKU.ID Surabaya.

Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan Sampaikan Duka atas Wafatnya Pendiri “No Viral No Justice” Cak Sholeh

BANGKALAN | KLIKKU.ID – Kabar wafatnya advokat senior H. Muhammad Sholeh, S.H., M.H. atau yang akrab disapa Cak Sholeh, pendiri gerakan “No Viral No Justice”, meninggalkan duka mendalam bagi kalangan advokat, aktivis, jurnalis, hingga masyarakat luas. Cak Sholeh meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) dini hari setelah menjalani perawatan akibat penyakit autoimun yang telah dideritanya selama beberapa tahun.

Ucapan belasungkawa turut disampaikan Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan), Syaiful Anam, S.Pd. Menurutnya, kepergian Cak Sholeh merupakan kehilangan besar bagi dunia advokasi dan perjuangan penegakan hukum di Indonesia.

“Atas nama keluarga besar Perkumpulan Jurnalis Bangkalan, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Muhammad Sholeh, S.H., M.H. atau Cak Sholeh. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Anam, Jumat (7/8/2026).

Anam menilai, Cak Sholeh bukan hanya dikenal sebagai advokat yang vokal memperjuangkan hak-hak masyarakat, tetapi juga menjadi simbol kritik terhadap sistem penegakan hukum melalui jargon “No Viral No Justice”, yang mengingatkan semua pihak agar keadilan tidak bergantung pada ramainya perhatian publik.

“Terlepas dari beragam pandangan terhadap slogannya, semangat yang beliau bawa merupakan pengingat bahwa setiap warga negara berhak memperoleh perlakuan hukum yang adil tanpa harus menunggu suatu persoalan menjadi viral. Prinsip persamaan di hadapan hukum harus terus dijaga oleh seluruh aparat penegak hukum dan menjadi harapan masyarakat,” tegasnya.

Sebagai organisasi profesi yang bergerak di bidang jurnalistik, lanjut Anam, Perkumpulan Jurnalis Bangkalan memandang perjuangan mewujudkan keadilan harus berjalan beriringan dengan peran pers yang independen, profesional, dan berimbang.

“Pers memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi yang akurat, melakukan kontrol sosial secara objektif, serta mengawal berbagai persoalan publik sesuai kaidah jurnalistik. Semoga nilai-nilai perjuangan almarhum dalam memperjuangkan akses keadilan dapat menjadi inspirasi bagi semua elemen masyarakat untuk terus memperkuat budaya hukum, transparansi, dan keberpihakan kepada kepentingan publik,” pungkasnya.

 

#KLIKKU.ID

168

Baca Lainnya