BANGKALAN | KLIKKU.ID — Ketua Yayasan Laili Izzatul Faiqoh SPPG Bangkalan, H Subaidi, memberikan klarifikasi terkait kondisi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur SPPG yang berada di wilayah Desa Gili Timur, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Dalam keterangannya, H Subaidi menegaskan bahwa dapur SPPG yang dikelola Yayasan Laili Izzatul Faiqoh telah dilengkapi fasilitas IPAL. Ia juga mempersilakan pihak terkait maupun wartawan untuk melihat secara langsung kondisi fasilitas tersebut sebagai bagian dari keterbukaan informasi kepada publik.
“Saya akan melakukan klarifikasi dan melihat bagaimana kondisi IPAL. Saya pastikan sesuai standar. Kalau dilihat, tidak ada bau,” ujar H Subaidi.
Ia menjelaskan, sistem IPAL yang terdapat di dapur SPPG tersebut memiliki sejumlah tahapan dalam proses pengolahan air limbah. Air terlebih dahulu melalui beberapa tahapan grade step, kemudian masuk ke sistem pengolahan IPAL sebelum menjalani proses penyaringan berikutnya.
Menurutnya, setelah melalui proses pengolahan, air kembali melewati sistem penyaringan, termasuk biofilter, sebelum memasuki tahapan filter terakhir. Proses tersebut, kata dia, dimaksudkan untuk memastikan air yang keluar dari sistem telah melalui rangkaian pengolahan terlebih dahulu.
“Air yang sudah melalui proses pengolahan masuk ke IPAL dan disaring beberapa kali. Ada mesin di dalamnya. Setelah itu air masuk ke filter terakhir sebelum dialirkan keluar,” jelasnya.
H Subaidi menilai keberadaan IPAL menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kebersihan dan kelayakan operasional dapur SPPG. Karena itu, ia meminta setiap informasi mengenai kondisi dapur dan pengelolaan limbah disikapi berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi di lapangan.
Ia juga mengaku selama ini memilih tidak banyak memberikan tanggapan karena meyakini kondisi fasilitas di dapurnya dapat diperiksa secara langsung.
“Selama ini saya memilih diam karena saya yakin kondisi di sini bisa dilihat sendiri. Teman-teman wartawan juga dapat menyaksikan langsung dan menilainya secara bijaksana,” katanya.
Lebih lanjut, H Subaidi dengan tegas membantah apabila terdapat informasi yang menyebut dapur SPPG Yayasan Laili Izzatul Faiqoh di Gili Timur tidak memiliki IPAL atau menimbulkan persoalan bau dari pengelolaan limbah.
“Intinya saya membantah. Silakan teman-teman wartawan melihat langsung. Di sini tidak ada bau,” tegasnya.
H Subaidi juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan kegiatan sesuai ketentuan, termasuk dalam aspek kebersihan, sanitasi dan pengelolaan limbah.
“Jangan main-main dengan program MBG. Kita harus menjaga agar pelaksanaannya berjalan dengan baik,” pesannya.
Ia menambahkan, aktivitas dapur SPPG di Gili Timur hingga kini berjalan dengan aman. Menurut keterangannya, terdapat sekitar 50 relawan atau karyawan yang terlibat dalam operasional dapur tersebut.
“Alhamdulillah, kami bekerja di sini aman semuanya. Ada sekitar 50 relawan atau karyawan dan semuanya tetap menjalankan aktivitas dengan tenang,” ungkap H Subaidi.
Klarifikasi H Subaidi tersebut menunjukkan bahwa pihak Yayasan Laili Izzatul Faiqoh membuka ruang bagi pemeriksaan langsung terhadap fasilitas IPAL di dapur SPPG Gili Timur. Dalam pelaksanaan program MBG, pengelolaan limbah dan sanitasi merupakan aspek yang perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kebersihan lingkungan serta keberlangsungan operasional dapur.
Untuk memastikan kondisi tersebut secara objektif, keberadaan IPAL dan kualitas hasil pengolahannya dapat dinilai melalui pemeriksaan lapangan serta verifikasi teknis oleh pihak yang memiliki kewenangan. Dengan demikian, setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat ditempatkan berdasarkan data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
#Anam KLIKKU.ID
