Daerah Ekonomi Bisnis Pelayanan Publik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:01 WIB

1 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto istm KLIKKU.ID BIRO Bangkalan.

Dok gambar foto istm KLIKKU.ID BIRO Bangkalan.

Ketua Pejalan Dorong Penguatan Perdagangan dan Optimalisasi Gedung Senilai Puluhan Miliar Melalui Pejabat Kapas Tanah Merah Bangkalan yang Baru

BANGKALAN | KLIKKU.ID Harapan baru terhadap penataan dan penguatan sektor perdagangan di Kecamatan Tanah Merah kembali mencuat. Hairil selaku pejabat Kepala Pasar (Kapas) Tanah Merah yang baru menyatakan komitmennya melakukan pembenahan tata kelola pasar hingga mendukung rencana pemindahan pedagang dari sisi selatan menuju kios baru di sisi utara jalan raya.

Komitmen tersebut disampaikan Khoiril S.T usai menghadiri diskusi bersama yang digelar FKPB atau Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan yang diketuai Taufik asal Desa Jangkar Kecamatan Tanah Merah, para pemuda, aktivis, dan jurnalis wilayah Tanah Merah, Kamis  27 Agustus 2026 sore kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Khoiril memaparkan sejumlah prioritas yang akan menjadi perhatian dalam menjalankan tugasnya sebagai Kepala Pasar Tanah Merah. Menurutnya, pembenahan tata kelola, pelayanan terhadap pedagang, serta kebersihan pasar menjadi agenda utama yang perlu diperkuat.

“Yang pertama, tata kelola pasar, penyaluran para pedagang, dan juga kebersihan pasar menjadi prioritas utama,” ujar Khoiril.

Selain pembenahan manajerial, Hairul juga menyampaikan bahwa rencana pemindahan aktivitas pedagang dari kawasan pasar di sisi selatan menuju kios baru di sisi utara jalan raya menjadi salah satu agenda yang akan didukung pihak pengelola pasar.

Namun, menurutnya, proses pemindahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengedepankan koordinasi bersama tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun para tokoh sepuh di wilayah Tanah Merah.

“Yang kedua, memang untuk memindahkan pasar dari selatan ke utara. Cuma itu secara bertahap dan juga koordinasi dengan para tokoh-tokoh muda, tokoh sepuh,” jelasnya.

Meski demikian, Khoiril belum dapat memastikan batas waktu pelaksanaan pemindahan pedagang. Ia menyebut penentuan waktu masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut, baik secara internal maupun dengan dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

“Target waktu kita belum bisa menentukan. Pada dasarnya, kami tetap koordinasi, koordinasi ke bawah dan juga ke atas, ke bagian dinas,” katanya.

Khoiril menegaskan, dari sisi pengelola pasar, pihaknya siap melaksanakan kebijakan pemindahan kapan pun telah mendapatkan arahan resmi dari pemerintah daerah. “Insya Allah kalau memang perintah dari Bapak Bupati, kapan pun kita siap,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kesiapan pengelola Pasar Tanah Merah untuk mendukung pemindahan pedagang telah ada, sementara pelaksanaan teknisnya masih menunggu hasil koordinasi dan arahan lebih lanjut dari Bupati Bangkalan Lukman Hakim.

Komitmen tersebut mendapat respons positif dari tokoh muda sekaligus jurnalis asal Kecamatan Tanah Merah, Syaiful Anam, S.Pd, yang juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Jurnalis Bangkalan (Pejalan).

Anam menyampaikan apresiasi terhadap semangat Khoiril yang baru duduki jabatan Kepala Pasar yang baru, terutama atas komitmennya untuk melakukan pembenahan tata kelola, kebersihan, pelayanan pedagang, serta kesiapan mendukung agenda penataan pasar.

“Kami mengapresiasi semangat Kepala Pasar Tanah Merah yang baru. Komitmen untuk membenahi tata kelola, kebersihan, pelayanan pedagang, sekaligus kesiapan mendukung agenda penataan dan pemindahan pedagang merupakan langkah positif yang patut kita dorong bersama,” ujar Anam.

Menurutnya, penataan Pasar Petrah Tanah Merah hendaknya tidak berhenti pada aspek fisik maupun perpindahan lokasi pedagang. Lebih jauh, penataan tersebut harus diarahkan menjadi bagian dari strategi meningkatkan nilai dan daya saing sektor perdagangan di Kecamatan Tanah Merah.

“Pasar merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, penataan Pasar Petrah harus kita lihat sebagai momentum untuk meningkatkan nilai dan daya saing sektor perdagangan di Tanah Merah, bukan sekadar persoalan perpindahan lokasi pedagang,” jelasnya.

Anam juga menyatakan kesiapan kalangan pemuda dan insan jurnalis untuk terus memberikan dukungan, masukan, maupun kritik konstruktif terhadap berbagai program pemerintah di Kecamatan Tanah Merah.

“Kami siap terus mendorong suksesnya setiap program pemerintah di Kecamatan Tanah Merah, khususnya yang memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menguatkan sektor perdagangan. Dukungan tentu akan kami berikan, sementara kritik dan masukan tetap kami sampaikan secara konstruktif apabila diperlukan,” ungkapnya.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah, pengelola pasar, pedagang, tokoh masyarakat, pemuda, dan insan jurnalis dapat terus diperkuat agar setiap tahapan penataan berjalan dengan baik serta mampu mengakomodasi kepentingan masyarakat.

Disisi lain, pembenahan Pasar Petrah Tanah Merah juga memiliki konteks penting dari sisi investasi pembangunan fasilitas perdagangan yang telah dilakukan pemerintah.

Pada 2019, pembangunan gedung Pasar Tanah Merah disebut memiliki nilai anggaran keseluruhan sekitar Rp24 miliar, yang dialokasikan dalam pelaksanaan selama dua tahun anggaran.

Nilai pembangunan tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan investasi pemerintah terhadap penyediaan sarana perdagangan bagi masyarakat Tanah Merah. Karena itu, optimalisasi pemanfaatan gedung, kios, serta fasilitas pasar menjadi bagian penting agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat ekonomi secara maksimal.

Dalam konteks tersebut, rencana penataan aktivitas pedagang dari kawasan sisi selatan menuju kios baru di sisi utara jalan raya menjadi salah satu agenda yang dinilai strategis. Apabila direalisasikan secara terencana, pemanfaatan kawasan kios tersebut diharapkan mampu mendukung terciptanya aktivitas perdagangan yang lebih tertib dan terkelola.

Namun, pelaksanaan pemindahan tetap membutuhkan tahapan koordinasi serta arahan pemerintah daerah. Hairil sendiri memastikan pengelola pasar siap menjalankan kebijakan apabila telah mendapatkan instruksi resmi dari Bupati Bangkalan.

Sementara itu, Anam menilai keberadaan fasilitas pasar dengan nilai pembangunan puluhan miliar tersebut harus benar-benar dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat.

“Ketika pemerintah sudah memberikan investasi yang besar untuk membangun fasilitas pasar, tentu menjadi tanggung jawab bersama bagaimana fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Penataan harus mampu memberikan dampak terhadap kenyamanan pedagang, masyarakat, sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di Tanah Merah,” ujarnya.

Dengan hadirnya pejabat Kepala Pasar yang baru, dukungan dari kalangan pemuda dan jurnalis, serta keberadaan fasilitas pasar yang telah dibangun dengan investasi besar, Pasar Petrah Tanah Merah kini memiliki momentum untuk memasuki fase pengelolaan yang lebih tertata.

Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh rencana tersebut dapat diterjemahkan dalam kebijakan dan langkah konkret, dengan tetap mengedepankan komunikasi bersama pedagang serta arahan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Bagi masyarakat Tanah Merah, harapannya bukan sekadar memiliki gedung pasar yang representatif, melainkan hadirnya pusat perdagangan yang benar-benar hidup, tertib, bersih, nyaman, dan mampu meningkatkan nilai sektor perdagangan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

#KLIKKU.ID BANGKALAN

21

Baca Lainnya