BANGKALAN | KLIKKU.ID – Suasana pembinaan siswa di lingkungan menunjukkan adanya pola pendidikan yang memadukan pembelajaran akademik, pembinaan prestasi, serta penguatan karakter keagamaan melalui program kelas boarding.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan yang disampaikan Kepala SMPN 1 Bangkalan, H. Hermanto, S.Pd., M.M., P.D., para siswa boarding mengikuti berbagai aktivitas pembinaan, mulai dari kegiatan belajar tambahan, pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Bahasa Inggris, hingga aktivitas keagamaan yang berlangsung di luar jam sekolah reguler.
Dalam keterangannya, H. Hermanto menjelaskan bahwa program boarding tersebut telah berjalan selama kurang lebih dua tahun. Sistem yang diterapkan, menurutnya, hampir sama dengan pola pendidikan mondok karena para siswa tinggal dan menginap di lingkungan boarding.
“Boarding sudah berjalan dua tahun sekarang, ya, menginap, sama persis dengan mondok,” terang H. Hermanto.
Saat ini, jumlah peserta program boarding di SMPN 1 Bangkalan tercatat sebanyak 20 santri khusus laki-laki. Para peserta berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Arosbaya, Burneh, Socah, serta daerah Konang. Salah satu peserta terjauh disebut berasal dari wilayah Konang, yakni putra Dewan Mustakim.
Menurut H. Hermanto, program boarding memberikan sejumlah keuntungan bagi siswa, khususnya dalam pembentukan kedisiplinan, pembiasaan ibadah, serta penguatan kemampuan akademik.
Para siswa boarding dibiasakan melaksanakan salat berjamaah dan menjaga pelaksanaan salat lima waktu. Selain itu, terdapat pembiasaan salat tahajud, witir, dan dhuha. Program tersebut juga dilengkapi dengan pembelajaran tambahan empat mata pelajaran, pengajian kitab, kajian ilmu, serta kegiatan keagamaan lainnya.
“Kalau bicara keuntungan banyak, mas. Utamanya anak sudah istiqamah berjamaah dan wajib dalam salat lima waktu, juga salat tahajud, witir dan dhuha. Ada pembelajaran tambahan empat mapel dan ngaji kitab,” jelasnya.
Untuk mendukung pembinaan keagamaan, pihak sekolah menghadirkan empat ustaz dari Pondok Zubair serta satu alumni dari KH Fahri Jagalan.
Sementara dalam bidang akademik, pembinaan OSN juga melibatkan tenaga pengajar dari luar sekolah. H. Hermanto menyebut terdapat empat pembina khusus untuk bidang Bahasa Inggris, Matematika, IPA, dan IPS.
Program boarding tidak hanya menjalankan kegiatan tambahan secara insidental, melainkan telah disusun dalam pola aktivitas harian yang terintegrasi dengan kegiatan sekolah reguler.
H. Hermanto menerangkan, siswa mengikuti pembelajaran reguler mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Setelah itu, kegiatan boarding dilanjutkan mulai pukul 14.00 sampai sekitar pukul 21.30 WIB.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembinaan OSN, mengaji kitab, kajian ilmu, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), hingga setoran hafalan juz.
“Kalau pelaksanaan terkait jadwal sama dengan yang reguler, pukul 07.00 sampai 13.00 WIB, dan dilanjutkan pukul 14.00 sampai 21.30 WIB. Program kelas boarding seperti bina OSN, ngaji kitab, kajian ilmu, MTQ dan setor juz,” ungkapnya.
H. Hermanto menilai keberadaan kelas boarding di sekolah negeri menjadi sebuah langkah inovatif dalam menghadirkan pilihan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ia bahkan menyampaikan keinginannya agar SMPN 1 Bangkalan menjadi salah satu sekolah negeri yang berani mengembangkan konsep boarding secara serius di Jawa Timur.
“Betul, karena saya ingin sekolah negeri (SMPN) mungkin satu-satunya di Jatim yang berani buka kelas boarding,” tuturnya.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan para siswa mengikuti pembinaan dalam suasana belajar yang interaktif, termasuk kegiatan Bahasa Inggris yang menjadi bagian dari program penguatan prestasi akademik. Di sisi lain, aktivitas para santri di lingkungan sekolah juga menggambarkan adanya pembiasaan hidup disiplin, mandiri, dan terarah.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif pendidikan bagi orang tua yang menginginkan anaknya tetap menempuh pendidikan di sekolah negeri, namun memperoleh pengalaman pembinaan yang menyerupai sistem pendidikan pesantren.
#Anam KLIKKU.ID
