BANGKALAN | KLIKKU.ID — Maraknya aksi pembegalan yang dilaporkan menyasar mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM), dengan tiga mahasiswa disebut menjadi korban dalam kurun waktu singkat, memicu keresahan di lingkungan mahasiswa. Kondisi tersebut mendorong Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Keislaman mendesak Polres Bangkalan untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengungkap kasus yang terjadi sekaligus meningkatkan pengamanan di kawasan yang rawan tindak kriminalitas.
Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Komisariat Keislaman, Abd Rohim, menilai rangkaian kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Menurutnya, persoalan keamanan mahasiswa tidak boleh dipandang sebagai persoalan kriminalitas biasa, mengingat dampaknya berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa yang datang ke Bangkalan untuk menempuh pendidikan berhak mendapatkan rasa aman, baik ketika berangkat ke kampus, mengikuti kegiatan perkuliahan dan organisasi, maupun saat kembali ke tempat tinggal. Jangan sampai lingkungan pendidikan yang seharusnya mendukung proses belajar justru diwarnai kekhawatiran terhadap ancaman kejahatan.
“Mahasiswa datang ke kampus untuk menuntut ilmu dan membangun masa depan, bukan untuk menjadi korban pembegalan. Mereka berangkat dengan harapan dapat belajar dengan tenang dan pulang dengan selamat. Jangan sampai aktivitas pendidikan justru dibayangi rasa takut ketika melintasi jalan di sekitar kampus,” tegas Abd Rohim.
Menurutnya, laporan mengenai tiga mahasiswa yang menjadi korban dalam kurun waktu singkat semestinya menjadi peringatan bagi Polres Bangkalan untuk mengevaluasi kondisi keamanan, khususnya di jalur yang banyak dilalui mahasiswa serta lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan kejahatan.
Abd Rohim berpandangan bahwa upaya menjaga keamanan tidak cukup dilakukan melalui imbauan agar mahasiswa lebih berhati-hati. Diperlukan langkah penegakan hukum yang terukur, mulai dari menindaklanjuti laporan korban, mengumpulkan keterangan dan bukti, mengidentifikasi pelaku, hingga mengungkap kasus tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Polres Bangkalan harus segera menindaklanjuti laporan para korban dan mengusut kasus ini secara serius. Jangan sampai persoalan ini baru mendapatkan perhatian lebih besar setelah jatuh korban berikutnya. Kami membutuhkan langkah nyata di lapangan, bukan sekadar imbauan agar mahasiswa berhati-hati,” ujarnya.
Selain mendesak pengungkapan kasus, HMI Komisariat Keislaman juga meminta Polres Bangkalan meningkatkan intensitas patroli, terutama pada malam hari dan waktu-waktu yang dinilai rawan. Penempatan personel di titik strategis, pemetaan lokasi kejadian, serta evaluasi terhadap pola dan waktu terjadinya tindak kriminalitas dinilai penting untuk mendukung upaya pencegahan yang lebih efektif.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara Polres Bangkalan, pihak Universitas Trunojoyo Madura, pemerintah setempat, dan elemen mahasiswa. Sinergi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi titik rawan, memperkuat sistem pelaporan, serta merumuskan langkah pengamanan yang berkelanjutan berdasarkan kondisi di lapangan.
“Jangan menunggu sampai ada korban berikutnya baru semua pihak bergerak. Keselamatan mahasiswa harus menjadi prioritas. Kami mendesak Polres Bangkalan segera mengambil langkah konkret, meningkatkan patroli, mengamankan titik-titik rawan, dan memastikan kasus yang telah terjadi ditindaklanjuti hingga tuntas,” tegasnya.
Dalam perspektif HMI Komisariat Keislaman, keamanan lingkungan kampus dan akses jalan yang digunakan mahasiswa merupakan bagian penting dari terciptanya iklim pendidikan yang kondusif. Rasa aman tidak seharusnya menjadi kekhawatiran tambahan bagi mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, penanganan kasus pembegalan perlu diikuti langkah pencegahan yang konsisten dan terukur. Pengungkapan perkara menjadi penting untuk memberikan kepastian hukum, sedangkan peningkatan patroli dan koordinasi lintas pihak diperlukan untuk mempersempit peluang terjadinya tindak kriminalitas serupa.
Abd Rohim berharap Polres Bangkalan segera menunjukkan keseriusan dalam merespons keresahan mahasiswa melalui penanganan perkara secara profesional dan peningkatan pengamanan di wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Ia juga mengajak seluruh pihak terkait untuk tidak mengabaikan persoalan tersebut demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum.
“Mahasiswa datang untuk menuntut ilmu, bukan untuk hidup dalam ketakutan. Kami membutuhkan rasa aman yang diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji. Saatnya Polres Bangkalan bertindak konkret demi keselamatan mahasiswa UTM,” pungkas Abd Rohim selaku Kabid PTKP HMI Komisariat Keislaman.
#KLIKKU.ID ANAM
