Daerah Kasuistika

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:29 WIB

4 jam yang lalu

logo

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam Bangkalan.

Dok gambar foto ist KLIKKU.ID Anam Bangkalan.

Tiga Mahasiswa UTM Diduga Jadi Korban Begal di Labang, Mahasiswa Desak Polisi Bangkalan Ungkap Pelaku

BANGKALAN | KLIKKU.ID — Kasus dugaan pembegalan dan penjambretan yang menimpa mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menjadi perhatian kalangan mahasiswa. Berdasarkan keterangan Royhan, Ketua HMI Komisariat Ilmu Pendidikan, terdapat tiga mahasiswa yang dilaporkan menjadi korban dalam rangkaian kejadian di wilayah Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan.

Informasi tersebut disampaikan Royhan pada Rabu (28/10/2026). Ia menjelaskan, ketiga korban mengalami peristiwa berbeda, mulai dari penjambretan yang mengakibatkan korban terjatuh hingga dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam.

Menurut keterangan Royhan, peristiwa pertama terjadi di kawasan Dampek, Kecamatan Labang, pada malam hari. Korban diduga menjadi sasaran penjambretan hingga terjatuh dan mengalami luka pada bagian kepala yang disebutnya cukup serius.

Peristiwa kedua dilaporkan terjadi di kawasan Ja’ah, Kecamatan Labang, pada siang hari setelah waktu Asar. Dalam kejadian tersebut, korban disebut dipepet oleh pelaku hingga terjatuh, kemudian sepeda motornya dibawa kabur.

Sementara itu, peristiwa ketiga dilaporkan terjadi di kawasan Kuburan Cina pada malam hari. Korban diduga dipepet oleh pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit hingga mengalami luka pada bagian tangan.

Royhan menyebutkan, ketiga korban merupakan mahasiswa UTM. Berdasarkan informasi yang diterimanya, dua korban berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB), sedangkan satu korban lainnya berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Terkait perkembangan penanganan perkara, Royhan mengaku belum mengetahui secara terperinci langkah penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Namun, ia menyampaikan bahwa teman-teman mahasiswa melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Rentetan dugaan tindak kriminal yang menyasar mahasiswa tersebut menjadi peringatan serius bagi keamanan masyarakat, khususnya mahasiswa yang beraktivitas dan melintasi jalur-jalur di wilayah Labang pada siang maupun malam hari.

Dalam perspektif opini publik, aparat kepolisian perlu memberikan perhatian serius terhadap laporan para korban, menelusuri setiap kejadian secara menyeluruh, serta mengungkap apakah ketiga peristiwa tersebut saling berkaitan atau merupakan kasus yang berbeda.

Penyelidikan yang profesional, transparan, dan terukur diperlukan untuk memastikan identitas pelaku, mengungkap motif, serta menelusuri keberadaan kendaraan yang dilaporkan dibawa kabur. Keterangan korban dan saksi, bukti di tempat kejadian perkara, serta kemungkinan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan sesuai kebutuhan dan kewenangan penyidik.

Di sisi lain, informasi mengenai perkembangan laporan perlu disampaikan secara proporsional agar mahasiswa dan masyarakat memperoleh kepastian tanpa mendahului proses hukum. Hingga informasi ini dihimpun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai perkembangan penyelidikan maupun penanganan ketiga kejadian tersebut.

Kasus ini tidak semestinya berhenti pada kekhawatiran dan imbauan agar mahasiswa lebih berhati-hati. Apabila laporan dan bukti awal mendukung adanya tindak pidana, penanganan yang serius diperlukan agar para korban memperoleh keadilan dan masyarakat mendapatkan rasa aman.

Pihak kampus, organisasi mahasiswa, pemerintah daerah, serta kepolisian juga perlu memperkuat koordinasi dalam memetakan titik-titik rawan kriminalitas dan mendorong langkah pencegahan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Mahasiswa berhak memperoleh rasa aman ketika menjalankan aktivitas akademik maupun perjalanan menuju dan dari kampus. Karena itu, pengungkapan kasus, perlindungan terhadap korban, serta pencegahan kejadian serupa harus menjadi perhatian bersama.

Publik kini menantikan tindak lanjut aparat kepolisian terhadap laporan yang telah disampaikan mahasiswa. Langkah penegakan hukum yang profesional dan berbasis bukti diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para korban sekaligus mencegah terulangnya dugaan tindak kriminal serupa di wilayah Bangkalan.

49

Baca Lainnya