Pendidikan Prestasi

Jumat, 6 November 2026 - 13:38 WIB

9 jam yang lalu

logo

11 Tim SD Mudipat Sapu Bersih Emas Di Ajang Kompetisi Inovasi Internasional 

SURABAYA | klikku.id – Prestasi membanggakan ditorehkan SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya. Sebanyak 11 tim yang beranggotakan 65 siswa berhasil meraih medali emas dalam kompetisi inovasi tingkat nasional dan internasional.

Penghargaan tersebut diraih dalam World Youth Innovation and Invention Award (WYIIA) serta National Youth Innovation and Invention Award (NYIIA).

Kompetisi yang digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA) itu berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, pada 2–18 November 2026.

Tak hanya memborong medali emas, siswa Mudipat juga membawa pulang dua penghargaan khusus atau special award.

Kepala SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Ustadz Edy Susanto mengapresiasi kerja keras seluruh peserta. Menurutnya, persaingan dalam kompetisi tersebut cukup ketat karena diikuti tim-tim dengan kualitas riset dan inovasi yang baik.

“Keberhasilan itu tidak datang secara instan. Siswa mendapat pembinaan melalui ekstrakurikuler Little Inventor yang telah berjalan selama dua tahun. Kami berkomitmen melanjutkan pembinaan dengan menyiapkan pendamping dan program latihan untuk menghadapi kompetisi berikutnya,” ujarnya.

Spice Taq, kantong berpori isi rempah untuk mengusir semut

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Spice-Tag, kantong berpori berisi rempah lokal untuk mengurangi aktivitas semut tanpa membunuhnya, maupun menggunakan bahan kimia berbahaya.

Inovasi tersebut dikembangkan lima siswi, termasuk Qaisarah Sareefa Salmahira. Mereka memadukan tiga bahan, yakni cengkeh, kayu manis, dan serai. Aroma rempah dilepaskan melalui pori-pori kantong, sementara bahan keringnya tetap tertahan di dalam.

Penelitian yang berlangsung sekitar dua bulan itu berangkat dari persoalan sederhana di rumah, yakni semut yang kerap mengganggu area makanan dan kebersihan.

Dalam pengamatan selama 14 hari, semut cenderung menghindari area yang diberi Spice-Tag tanpa mengalami kematian. Proses pengujian sempat terkendala pemilihan umpan. Setelah mencoba gula, tim akhirnya menggunakan daging ayam untuk menarik semut ke area pengamatan.

Qaisarah berharap Spice-Tag dapat disempurnakan hingga siap diproduksi lebih luas. Ia juga membuka peluang penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas rempah terhadap jenis serangga lainnya.

Prestasi ini menunjukkan bahwa riset dan kreativitas dapat tumbuh sejak bangku sekolah dasar. Bahkan berangkat dari persoalan sederhana di sekitar siswa. AM@n


 

23

Baca Lainnya