Daerah Lifestyle Pemerintahan

Sabtu, 2 Oktober 2021 - 11:29 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Sinergi Baznas dan Dinas PMD Gresik, Luncurkan Kampung Zakat Community Development 

Gresik | klikku.net – Badan Amill Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gresik meluncurkan program zakat berbasis pemberdayaan masyarakat di desa atau ZCD (Zakat Community Development), di Dusun Ngablak, Desa Kedungrukem, Kecamatan Benjeng, Jumat (1/10/2021).

Menurut Ketua Baznas Kabupaten Gresik Abdul Munif, Baznas memiliki tugas untuk menerima, mendistribusikan dan menyalurkan zakat, infaq dan sedekah (ZIS)  dari masyarakat.

“Pengumpulan ZIS di desa seperti masjid, musala maupun yayasan, dilakukan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang banyak sekali jumlahnya. Hingga September ini, telah terkumpul sekitar Rp. 11,7 miliar. Dan target akhir tahun diperkirakan terkumpul sekitar Rp. 14 miliar,” ujarnya.

“Uang ini akan didistribusikan dalam 5 program utama dan kegiatan lainnya. Yakni Gresik Sehat, Gresik Cerdas, Gresik Taqwa, Gresik Peduli dan  Gresik Berdaya. Sementara ZCD masuk dalam program Gresik Berdaya,” tambahnya.

“Biasanya, zakat itu bantuan bersifat konsumtif, seperti beras dan uang. Namun dalam program pemberdayaan masyarakat, bantuan bisa dirupakan rombong untuk diberdayakan guna menambah penghasilan. Bisa juga dalam bentuk modal usaha seperti Mikro Finance Program (MDP . Dimana modal tidak kembalikan ke Baznas. Namun digulirkan kembali dalam komunitas kelompok tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam program ZCD, warga khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam  2 kelompok terdiri masing-masing 10 orang. Akan diberi bantuan modal usaha sebesar Rp1 juta – Rp3 juta per orang tanpa dikembalikan. Namun dananya diputar kembali dalam kelompok itu.

“Jika setiap anggota kelompok berinfaq sebesar 10% setiap bulannya dari modal tersebut.  Maka akan terkumpul sekitar Rp2 juta. Yang bisa digunakan untuk menambah 1 – 2 orang pelaku usaha baru tiap bulannya,” papar Abdul Munif.

“Hal ini sudah dilakukan dan berkembang di Desa Randuagung Kecamatan Kebomas, di Kecamatan Dukun, dan sekarang di Desa Kedungsekar, Kecamatan Benjeng ini. Jika infaqnya lancar, maka bulan kesepuluh bisa lunas. Dan jika ingin mengembangkan usaha, maka modalnya bisa bertambah lagi dari infaq yang terkumpul,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, jika program zakat berbasis pemberdayaan masyarakat di desa ini, tidak hanya pemberian modal usaha saja. Namun ada kegiatan tambahan lainnya, seperti dakwah, kesehatan, pendidikan dan kemanusiaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Gresik Malahatul Fardah mengatakan, pihaknya sangat mendukung program kampung zakat community development  yang digagas oleh Baznas Gresik ini.

”Kami sangat mendukung program ZCD, atau usaha pemberdayaan masyarakat di desa. Khususnya bagi ibu-ibu, untuk menambah penghasilan keluarga. Apalagi di masa pandemi Covid-19 ini, banyak bapak-bapak yang kena PHK. Ini menjadi salah satu jalan keluarnya. Semoga program ini bisa berjalan terus tidak hanya sesaat,” ungkapnya.

”Semoga sinergi Baznas dan Dinas PMD melalui peluncuran ZCD di Dusun Ngablak, yang bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila ini. Bisa membantu pemerintah daerah dalam upaya program pemberdayaan masyarakat di desa,” pungkasnya.

Dalam kegiatan itu, langsung disalurkan bantuan MFP bagi 20 ibu-ibu sebesar masing-masing Rp1 juta, beasiswa pendidikan sebesar Rp350 ribu untuk 3 anak, dan bantuan fakir sepanjang hayat sebesar Rp250 ribu untuk 2 orang. (Widji) 


Editor: Joe Meito

121

Baca Lainnya