Pemerintahan

Selasa, 9 Februari 2021 - 02:35 WIB

5 tahun yang lalu

logo

PPKM Secara Micro Diperlakukan, Polda Jatim Targetkan 7.043 KTS Dalam 100 Hari Kedepan

Surabaya, klikku.net – Jelang pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro, Forkopimda Jawa Timur, gelar rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (8/2/2021),

Kegiatan ini dihadiri satgas Covid-19 Jatim, Pejabat Utama Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya, serta Forkopimda Kabupaten/Kota secara virtual.
Dalam kegiatan ini, dibahas segala hal terkait PPKM skala Mikro, termasuk kesiapan masing-masing kabupaten/kota. PPKM Mikro ini akan diberlakukan tanggal 9 hingga 22 Februari, yang berbasis pada RT/RW, dan Poskonya ada di Desa.

Sesuai pemetahan Polda Jatim, di Jatim terdapat 210 RT yang masuk kategori zona merah, 1.245 zona orange, 10.023 zona kuning, dan 81.730 zona hijau, yang tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

“Oleh karena itu, koordinasi dengan Kabupaten/ Kota menjadi penting, untuk membreakdown secara detail. Karena zonasi itu sangat detail sekali. Setiap hari Selasa kita selalu mendapat update zonasi di masing-masing Kabupaten/Kota, Perhari ini Kabupaten Madiun dan Trenggalek masuk dalam zona merah. Namun update permalam ini, kabupaten tersebut tidak lagi zona merah, tapi Jombang dan Mojokerto, begitu juga nanti di RT dan RW, ” ujar Khofifah.

Menurut Khofifah, agar efektif PPKM Mikro semua membatasi dengan kriteria-kriteria tertentu, dengan prosentase dan jam, serta area tertentu.

“Diharapkan efektivitas PPKM berskala Mikro ini lebih signifikan. Rencananya, Kamis kami akan gelar apel bersama seluruh armada dari Kodam dan Polda, bersama kabupaten/kota, akan beriringan maksimalisasi PPKM berskala Mikro ini, supaya lebih signifikan lagi.” tambahnya

Sementara itu, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan, akan memperkuat Babinsa untuk Mendukung program PPKM Mikro. Meliputi tracing pasien, melakukan pembentukan posko di desa, penegakan disiplin, penerapan SOP, serta sosialisasi.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta juga secara penuh mendukung upaya penekanan angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur. Dengan Pemberlakuan PPKM berskala mikro dan melakukan upaya pemetaan zonasi di daerah, dengan skenario pengendaliannya.

Selanjutnya, juga melakukan optimalisasi Kampung Tangguh Semeru (KTS) yang sudah terbentuk sebanyak 3.449, dan rencananya jumlah ini akan bertambah.

“Berdasarkan informasi, pengalaman, analisa dan evaluasi, ternyata KTS sangat efektif dalam penanganan Covid-19. Sedangkan dalam 100 hari ke depan, akan menjadi 7.043 KTS. Selain optimalisasi, kami juga akan memberikan edukasi. Karena Jawa Timur berbasis islam kultural. Kami menindak lanjuti arahan dari bapak mentri agama, untuk mensosialisasikan protokol kesehatan melalui kegiatan agama, khususnya di hari Jumat,” ujar Nico.

Kapolda juga meminta agar semua pihak bekerjasama dengan tokoh berpengaruh, baik tokoh formal atau Informal. Komunitas dan organisasi, serta mendorong jajaran untuk menggunakan sarana budaya dalam menyampaikan misi atau pesan terkait dengan protokol kesehatan dan 3M, lalu pemasangan banner indor juga telah dilakukan dilokasi atau titik strategis.
“Selain strategi preemtif kami juga melakukan strategi preventif dengan pembagian masker, dan strategi penindakan hukum dengan melakukan operasi yustisi, bekerja sama dengan TNI dan Satpol PP. Kini diprioritaskan pada RT zona merah dan oranye,” tambahnya.

Terkait program donor Plasma Konvalesen, polisi tetap berkoordinasi dengan PMI. Hingga anggota yang sembuh dari Covid-19, bisa melakukan donor di PMI.

“Polda Jatim juga sudah menyiapkan Rumah sakit Polri yang tersebar diseluruh jajaran dan dapat digunakan untuk masyarakat. Selanjutnya untuk pelaksanaan 3M dan vaksinasi menjadi bagian penting, serta pengawasan zonasi juga menjadi atensi bersama, ” pungkasnya.


Reporter: Ahmad

Editor: Joe Meito

259

Baca Lainnya