Gresik,klikku.net – Pertanian merupakan penyangga ekonomi perkotaan dari sumber pangan yang dihasilkan oleh para petani.Diketahui alih fungsi lahan pertanian menjadi masalah cukup serius dialami petani di Kabupaten Gresik.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)Forum Kota (Forkot) Gresik mengajak pemangku kebijakan di kabupaten Gresik berdialog (membedah) dengan topik ‘Petani Di Persimpangan Jalan (Antara Godaan Alih Fungsi Lahan dan Minimnya Kesejahteraan). Bersumber dari sektor pertanian yang cukup besar resiko gagal panen, dengan berbagai penyebabnya.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Ketua DPRD Gresik, H. Much Abdul Qodir, Praktisi dan Pakar Inovasi Pertanian Dr Herman Maulana, serta puluhan pimpinan LSM, Ormas, dan Organisasi Mahasiswa di Kabupaten Gresik.
Untuk diketahui, acara tersebut bertujuan mengajak duduk bersama para pemangku kebijakan (eksekutif legislatif) dengan elemen masyarakat membahas terkait kondisi petani di Kabupaten Gresik.
Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani membuka sejumlah langkah,untuk menambah ketersediaan pupuk petani. Permasalahan pupuk tersebut masih jadi keluhan ,dan serapan keluhan masyarakat petani gresik sudah menjadi prioritas dalam tugas kerja pemerintah kabupaten.
“Salah satunya soal pupuk ini menjadi perhatian khusus pemkab Gresik,terutama ketersediaan pupuk subsidi yang kemarin dalam e-RDKK 2021 hanya disetujui 30 persen oleh pemerintah pusat” ungkap Bupati Fandi ahmad yani.
Bupati millenial itu tak ingin pemerintah daerah tinggal diam. Sebagai langkah awal, Gus Yani sapaan akrab Fandi Ahmad Yani menyatakan siap menebus pupuk non subsidi, kemudian disalurkan kepada petani dengan harga subsidi.
“Salah satunya dengan subsidi pupuk dari pemerintah daerah, dari APBD. Kita akan uji coba dengan menebus pupuk non subsidi, lalu disalurkan kepada petani dengan harga subsidi sehingga bisa menambah ketersediaan pupuk terjangkau, kebijakan kebijakan pro warga masyarakat gresik kita siapkan, untuk kemakmuran sektor sektor penyangga ekonomi gresik” terang Gus Yani.
Disisi lain, pemerintah Kabupaten Gresik pada era kepemimpinan Bupati Gus Yani mempunyai program Gresik Agropolitan yang akan melibatkan petani dengan sistem produksi dan pemasaran terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kemudian pada sesi lain kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Eko Anindito Putro menjelaskan, program itu sebagai upaya integrasi sistem pertanian sehingga terwujud produktifitas hasil tani dengan biaya bahan baku yang lebih ekonomis.
“Sesuai program nawa karsa Pak Bupati, salah satunya Gresik Agropolitan, kita akan integrasikan sistem pertanian seperti sistem industri, namun petani tidak perlu mengeluarkan biaya terlebih dahulu” ujar Eko anindito putro.
Untuk itu Dinas pertanian mengajak industri berbasis pengelolaan hasil pertanian,kebutuhan bahan baku indutrinya dari petani.bisa langsung terkoneksi antara industri dan petani di Kabupaten Gresik” tegas Eko.
Salah satu praktisi dan pakar inovasi pertanian, Dr Herman Maulana menuturkan, pentingnya inovasi dan riset untuk menghasilkan varian tanaman yang unggul dan lebih produktif serta peremajaan lahan melalui pupuk organik.
Selain itu Herman menekankan perlunya kerjasama antar coorporate (terutama di bidang pertanian dan produk turunannya) dan petani yang difasilitasi Pemerintah Daerah.Agar program yang dicanangkan bisa berkelanjutan dan tidak membebani APBD, baiknya menggandeng swasta di bidangnya” saran Herman.
Praktisi yang menemukan bibit unggul durian tanpa musim bersama petani dampingannya itu memamerkan hasil riset tanaman lada yang tahan air dan lebih kuat.Harapan hasil uji cobanya dapat diadopsi Pemerintah Kabupaten Gresik.
“Telah kami lakukan (penanaman) di Bawean dan Bungah” ungkap Herman.
Dalam kesempatan tersebut Sekjen T-KPK Provinsi Jawa Timur Abdul rohim S.H menuturkan”,kita siap mendukung segala macam program pemerintah kabupaten Gresik agar apa yang menjadi harapan dan tujuan pemerintah kabupaten Gresik serta masyarakat Gresik bisa terwujudkan sesuai harapan.
Pemerintah kabupaten Gresik dan juga dinas pertanian agar sering sering memberikan sosialisasi dan pendampingan yang serius terhadap para petani serta pengawasan yang serius terhadap para distributor serta kelompok tani serta para pelaku usaha, pasalnya selama ini keluhan masyarakat Gresik terhadap kelangkaan pupuk dan juga beredarnya harga pupuk yang sangat mahal dan sulit didapat pada saat musim tanam tiba, kemudian pada saat musim panen tiba harga padi dan beras melonjak turun drastis”,
Pemerintah kabupaten Gresik dan juga dinas pertanian serta dari pihak-pihak Petrokimia Gresik diharapkan harus bisa berkolaborasi dan berkerjasama untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk para petani Gresik agar kesejahteraan para petani Gresik bisa terwujudkan dan juga program ghus Yani Yani dalam program Agropolitan bisa terwujudkan dengan sangat baik sesuai harapan”pungkasnya.
Reporter : Wandi
Editor : Setya
