Jakarta | klikku.net – Kementerian Kesehatan menambah kapasitas pemanfaatan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di ruang isolasi dan perawatan intensif rumah sakit hingga 300 persen. Hal ini untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 usai libur Lebaran 2021.
Hal ini disampaikan Dante Saksono Harbuwono Wakil Menteri Kesehatan, dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/5/2021).
“Yang dirawat di ruang isolasi saat ini sekitar 23 ribu pasien. Sementara di ruang ruang perawatan intensif (ICU) sekarang sebanyak 2.480 kasus secara keseluruhan,” ujarnya.
Hingga saat ini, tersedia total sebanyak 7.615 fasilitas BOR untuk keperluan perawatan intensif dari jumlah kasus yang sedang ditangani saat ini, berkisar 2.400 kasus.
Dante menyebutkan, bahwa fasilitas rumah sakit vertikal, swasta, mau pun daerah di Indonesia, telah menambah kapasitas hingga 300 persen, dari jumlah pasien Covid-19 yang sekarang sedang dirawat intensif.
Sedangkan dari total sekitar 23 ribu pasien yang kini sedang dirawat di fasilitas ruang isolasi. Sudah tersedia 71.506 tempat tidur, atau masih tersedia sekitar 300 persen kapasitas BOR, yang masih bisa dimanfaatkan.
“Rumah sakit telah melakukan konversi menjadi ruang isolasi. Kita masih punya sekitar 300 persen kapasitas BOR yang diantisipasi kalau ada peningkatan kasus,” ungkapnya.
Kebijakan untuk menambahan fasilitas BOR di rumah sakit, dihitung berdasarkan perkiraan kebutuhan saat terjadi lonjakan kasus per 11 Januari 2021, atau usai libur Natal dan Tahun Baru.
“Belajar dari 11 Januari lalu, kita memerlukan sekitar 62.954 tempat tidur. Konversi tempat tidur ini sudah dilakukan di rumah sakit vertikal, swasta dan daerah. Mudah-mudahan ketersediaan ini jadi persiapan kalau kasus intesif tersebut masuk ruang perawatan RS,” pungkasnya. (@Nto tse)
Editor: Joe Meito
