Ekonomi Bisnis

Selasa, 22 Juni 2021 - 03:36 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono

Sesuai Hasil Survey BI, Kebutuhan Pembiayaan Korporasi pada Mei 2021 Meningkat

Jakarta | klikku.net – Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Mei 2021 yang dilakukan Bank Indonesia, menunjukkan adanya indikasi peningkatan kebutuhan pembiayaan korporasi pada Mei 2021.

Saldo Bersih Tertimbang (SBT)1 kebutuhan pembiayaan korporasi pada Mei 2021 sebesar 16,1%, tetap positif meski lebih rendah dibandingkan dengan SBT sebesar 24,8% pada April 2021.

Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama disampaikan responden pada sektor Perdagangan, Reparasi Mobil dan Motor, Pertambangan, dan Jasa Kesehatan. Yang digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, membayar kewajiban yang jatuh tempo, mendukung pemulihan pasca new normal dan investasi.

“Adapun pemenuhan kebutuhan pembiayaan didominasi oleh dana sendiri, yang tercatat meningkat. Sementara porsi pinjaman perbankan dalam negeri dan pinjaman dari perusahaan induk, terindikasi menurun dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (21/6/2021).

Penambahan pembiayaan yang dilakukan oleh rumah tangga pada 3 bulan ke depan masih terbatas. Pada Mei 2021, penambahan pembiayaan oleh rumah tangga lebih terbatas dari bulan sebelumnya.

Pengajuan pembiayaan oleh rumah tangga tersebut terutama diperoleh dari Bank Umum. Dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG).

“Dan sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru pada Mei 2021 tetap tumbuh. Meski terindikasi melambat, dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan penyaluran kredit baru pada Mei 2021 diperkirakan terjadi pada seluruh kategori bank,” tambahnya.

“Sementara untuk keseluruhan periode Triwulan II 2021, penyaluran kredit baru diprakirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 73,9%,” pungkasnya. (@Nto tse)


Editor: Joe Meito

163

Baca Lainnya