Daerah Ekonomi Bisnis Pemerintahan

Senin, 28 Juni 2021 - 02:15 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Menteri Desa Sambangi Desa Wedani Gresik, Kagumi Potensi Kerajinan Tenun

Gresik | klikku.net  – Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar didampingi Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak mengunjungi Desa Wedani, Kecamatan Cermedi, Kabupaten Gresik, untuk melihat langsung potensi kerajinan sarung tenun, Sabtu (26/6/2021).

Kunjungan kerja Menteri Desa tersebut, merupakan inisiasi DPRD Kabupaten Gresik. Acara yang dikemas dalam bentuk dialog terbatas bertajuk “Sinergi Industri dan Potensi Lokal Desa, Peran Legislatif dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Gresik.

Saat ini, kerajinan tenun di Desa Wedani, menjadi perhatian pemerintah daerah, maupun legislatif Gresik, sebagai UMKM Desa. Sebab produk kerajinan sarung tenun dari perajin setempat, memiliki mutu yang bagus dan corak yang menarik. Dengan pangsa pasar konsumen dalam negeri, bahkan juga diekspor ke sejumlah negara.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Halim Iskandar mengapresiasi langkah pemerintah Desa Wedani, yang berhasil memberdayakan potensi perajin sarung tenun dari warga desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Ini yang menjadikan Desa Wedani dikukuhkan sebagai Desa Devisa.

” Luar biasa potensi kerajinan tenun Desa Wedani ini, tinggal konsolidasi. Saya berharap Pak Kades yang konsolidasi dengan BUMDes.” ujar Menteri Desa.

Menurutnya, peran BUMDes melalui semangat Undang-undang Cipta Kerja, yang diturunkan pada peraturan pemerintah tentang BUMDes. Dan diturunkan pada Peraturan Menteri Desa tentang BUMDes.  Bahwa desa harus memberikan manfaat langsung  kepada warga masyarakat, melalui BUMDes.

Ia juga mengingatkan agar dalam pelaksanaannya, BUMDes tidak boleh membuat unit usaha yang sama dengan unit usaha yang dikembangkan masyarakat setempat. “Hanya bisa melakukan konsolidasi, untuk unit usaha warga masyarakat desa yang ada. Seperti kerajinan tenun di sini,” tambahnya.

Agar progres ini berjalan, langkah pertama dari Kementrian Desa dan PDTT selanjutnya, akan membantu di sisi pemasaran. Melalui  jaringan-jaringan penyaluran atau distribusi antara BUMDes di seluruh wilayah Indonesia yang dibentuk, kemudian akan dipertemukan dengan outtaker – outtaker (para pengambil atau pemanfaat  semua produk).

Dan melihat potensi desa, saat ini ada sebutannya seperti Desa Adat, Desa Inklusi, serta Desa Wisata. Sementara di Kabupaten Gresik, ditemukan gagasan baru yakni Desa Devisa.

“Ini bisa menjadi rol model industri kerajinan. Jadikan model nasional tepatnya,  model yang bagus percontohannya secara replikasi. Yakni desa yang sudah sukses  jadi contoh desa lainnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sana, Abdul Halim Iskandar juga berpesan pada Ketua DPRD dan Bupati Gresik, agar bersinergi dalam meningkatkan ekonomi warga desa. Caranya dengan mengandeng tiap desa, khususnya yang memiliki potensi wisata dengan desa yang memiliki potensi UMKM dalam satu wilayah Kabupaten. Sehingga terjadi pemerataan pembangunan dan peningkatan ekonomi.

Kepada pemerintah daerah dan desa, terkait potensi desa wisata, Menteri Desa menegaskan, bahwa tempat wisata yang tetap langgeng dikunjungi wisatawan adalah karena alamnya. Ia menyontohkan Kuta Di Bali dan Selekta di Batu Malang, yang terkenal karena alamnya.

“Dari pengalaman yang sudah, jangan membuat wisata pabrikan, arena tidak akan langgeng. Pengunjung hanya sebentar saja. Setelah itu tidak ada lagi alias sepi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Gresik Mohammad Abdul Qodir mengatakan, tahun 2021 ini DPRD Gresik membahas peraturan daerah inisiatif dewan, tentang desa wisata dan produk unggulan desa.

Seiring dengan hal tersebut, sosok Desa Wedani menjadinsalah satu desa yang punya produk unggulan dan usianya sangat tua. Perlu mendapat sentuhan dan kebijakan pemerintah daerah, yang dilakukan bersama-sama. Agar produk unggulan lokal desa, bisa membantu percepatan kesejahteraan masyarakat kita.

” Legislatif akan berupaya menyinergikan desa-desa yang miliki wisata desa, melalui satu produk undang-undang atau produk peraturan daerah yang sama,” ujarnya.

Abdil Qodir juga menambahkan, pihaknya bertujuan mengkoneksikan agar semua desa tidak latah membuat wisata. “Jika pada kenyataannya desa tersebut tidak memiliki wisata yang bisa diberdayakan. Tapi punya produk unggulan yang berdaya. Maka antara lokasi desa wisata dengan desa yang memiliki produk unggulan bisa sinergi. Di mana produk unggulan bisa dijual di lokasi -lokasi wisata kita,” ungkapnya.

“Sehingga, di lokasi Desa Wisata, nantinya tidak perlu menjual produk dari luar daerah Gresik. Tapi cukup menjual produk lokal Gresik,” pungkasnya.

Kegiatan ini diikuti 290 pelaku UMKM secara daring. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemantik peningkatan peran UMKM Kabupaten Gresik. Dan  untuk mendukung peningkatan ekonomi desa,  pada tahun 2020 DPRD Gresik bersama eksekutif, telah bersama-sama  membahas Perda tentang Desa Mandiri, minggu ini proses penetapan.

Terkait potensi desa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan  motivasi dari Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar, bahwa memperlakukan desa sebagai subjek pembangunan.

“Saat pandemi Covid-19, fokus kami ada dua, yakni  penanganan kesehatan dan  pemulihan ekonomi. Transformasi berangkat dari desa. pemerintah daerah dalam hal ini akan konsentrasi penuh terhadap pemulihan ekonomi desa, baik pembangunan desa atau  menggalih potensi desa,” ujarnya.

” Kami mendukung apa yang disampaikan  bapak Menteri Desa. Dan yang menarik saat ini dari Gresik, salah satunnya yakni Desa Wedani sebagai Desa Devisa. Mudah-mudahan produk kerajinan tenun ini bisa diekspor ke luar negeri,” pungkasnya. (Widji)


Editor: Joe Meito

83

Baca Lainnya