Kesehatan Pendidikan

Minggu, 8 Agustus 2021 - 11:36 WIB

5 tahun yang lalu

logo

Fadlilatul Taufany (kiri) bersama Rektor ITS Prof Ashari, saat mendemokan OXITS di gedung Rektorat ITS

Fadlilatul Taufany (kiri) bersama Rektor ITS Prof Ashari, saat mendemokan OXITS di gedung Rektorat ITS

ITS Ciptakan Alat Konsentrator Oksigen untuk Atasi Krisis Oksigen Pasien Covid-19

Surabaya | klikku.net – Fenomena krisis oksigen di masyarakat saat peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, menginspirasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk berinovasi membuat sebuah alat konsentrator oksigen.

Alat bernama Oxygen Concentrator ITS (OXITS) ini sempat didemokan, saat soft launching di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Jumat (6/8/2021).

Menurut Ketua Tim Riset OXITS Fadlilatul Taufany ST PhD menjelaskan, alat ini mengolah kadar oksigen di udara yang hanya berkisar 21 persen, menjadi oksigen berkonsentrasi tinggi yang dibutuhkan pasien Covid-19.

“OXITS ini dapat menghasilkan oksigen murni hingga 95,5 persen. Prinsip kerja OXITS adalah mengambil udara bebas. Lalu memurnikannya dari kandungan nitrogen, melalui teknologi pressure swing adsorption (PSA). Hasilnya bisa langsung digunakan untuk pasien,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, karena bahannya adalah udara bebas. Maka pasien tidak akan kekurangan pasokan oksigen konsentrat tinggi. “Jika tabung oksigen adalah batasnya, yakni saat habis harus diisi ulang. Sementara OXITS secara kontinyu dan terus-menerus memproduksi oksigen konsentrat tinggi, selama ada pasokan listrik,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, berharap OXITS dapat mengganti peran tabung oksigen yang sangat dibutuhkan pasien Covid-19.

“Harapannya OXITS dapat membantu kebutuhan oksigen pasien Covid-19 yang sedang dirawat. Jadi prinsipnya satu alat untuk satu pasien. Karena masih berbentuk purwarupa, OXITS masih kami kembangkan sedemikian rupa, hingga bisa satu alat untuk 2 pasien,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya sedang membuka komunikasi dengan sejumlah pihak. Hingga nantinya, OXITS bisa diproduksi secara massal. “Semoga inovasi kami ini bisa membuat keadaan menjadi lebih baik, di saat pandemi yang masih belum berakhir ini,” pungkasnya. (M F@aza) 


Editor: Joe Meito

240

Baca Lainnya